BPOLBF Kembangkan Food Forest di Labuan Bajo, Perkuat Pangan dan Pariwisata

Sabtu, 01 Agustus 2026 10:36 WIB

Penulis:Redaksi

diskusi.jpg
Diskusi di Papuar Labuan Bajo antara BPOLBF dan Kemenko Pangan RI (HO-BPOLBF)

LABUAN BAJO (Floresku.com) – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus memperkuat pembangunan pariwisata berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur melalui pengembangan konsep food forest di Parapuar, Labuan Bajo. 

Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, tetapi juga menciptakan sumber ekonomi baru yang menopang sektor pariwisata.

Sekretaris Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dirhansyah Conbul, mengatakan setiap program pemerintah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah.

"Apapun yang kita lakukan dalam program pemerintah utamanya harus memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas di tingkat tapak. Masyarakat Kabupaten Manggarai Barat harus mendapatkan manfaat langsung dari upaya mengangkat pangan lokal berbasis hutan menjadi sumber pendapatan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya dalam keterangan yang diterima dari Labuan Bajo, Jumat.

Baca juga:

Menurut Dirhansyah, pengembangan food forest merupakan pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian hutan dengan budidaya tanaman pangan, buah-buahan, rempah, dan tanaman bernilai ekonomi lainnya. Dengan pola ini, masyarakat tidak hanya memperoleh hasil panen secara berkelanjutan, tetapi juga tetap menjaga fungsi ekologis kawasan.

Di sisi lain, keberadaan kawasan food forest di Parapuar diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata berbasis alam, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Konsep tersebut dinilai selaras dengan visi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata premium yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

BPOLBF meyakini pengembangan food forest akan memperkuat keterkaitan antara sektor pertanian, kehutanan, dan pariwisata. Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, kawasan Parapuar diharapkan menjadi contoh pengelolaan lanskap yang produktif sekaligus lestari.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan lokal berbasis potensi daerah, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar kawasan wisata. Dengan demikian, manfaat pembangunan pariwisata tidak hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga Manggarai Barat. (Tari). ***