SEKOLAH
Jumat, 09 Oktober 2026 09:37 WIB
Penulis:Redaksi

JAKARTA (Floresku.com)– Keterbatasan fasilitas pendidikan dan kondisi geografis tidak memadamkan semangat anak-anak di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk terus belajar.
Di tengah berbagai tantangan, mereka tetap menunjukkan rasa ingin tahu, antusiasme, dan keberanian mengembangkan kemampuan ketika mendapatkan kesempatan.
Gambaran tersebut terungkap dalam kunjungan NYATA Foundation ke sejumlah sekolah di Flores selama tujuh hari. Kunjungan ini memperlihatkan beragam pengalaman anak-anak dalam menempuh pendidikan, mulai dari perjalanan menuju sekolah hingga kegiatan belajar di ruang kelas dengan fasilitas sederhana.
Dalam kondisi tersebut, sekolah tetap menjadi ruang bagi anak-anak untuk membaca, berhitung, bertanya, dan mengenal hal-hal baru. Mereka juga berkesempatan mencoba berbagai aktivitas serta menunjukkan bakat dan kemampuan dengan penuh percaya diri.
Baca juga:
Co-Founder sekaligus Chief Marketing Officer (CMO) NYATA Foundation, Pamela Berliana, mengatakan pengalaman yang paling membekas selama kunjungan bukanlah keterbatasan yang dijumpai, melainkan semangat dan rasa ingin tahu anak-anak.
"Yang membekas itu bukan keterbatasannya, tapi semangat dan rasa ingin tahu mereka yang begitu besar. Mereka tetap belajar, tetap mencoba, tetap berkarya. Saat kami datang, mereka benar-benar senang dan sangat antusias menunjukkan kemampuan mereka dengan percaya diri," kata Pamela dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Menurut Pamela, perhatian terhadap pendidikan anak tidak seharusnya hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan sekolah atau kelengkapan sarana. Kebutuhan pendidikan juga perlu dipahami melalui pengalaman sehari-hari anak, tantangan yang dihadapi guru, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.
Selama tujuh hari di Flores, NYATA Foundation mengunjungi 11 sekolah mitra (partner schools) dan melakukan survei terhadap lima sekolah yang berpotensi menjadi mitra baru.
Tim juga berdialog dengan para guru, orangtua, dan anak-anak untuk memahami kondisi pendidikan setempat secara lebih dekat. Selain melakukan pengamatan, mereka mengikuti proses belajar-mengajar yang berlangsung di masing-masing sekolah.
Kunjungan tersebut menghadirkan gambaran beragam tentang perjuangan anak-anak Flores dalam memperoleh pendidikan. Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan karena sebagian anak harus menempuh perjalanan panjang untuk mencapai sekolah. Sementara itu, keterbatasan fasilitas masih menjadi bagian dari keseharian sejumlah satuan pendidikan.
Baca juga:
Tantangan tersebut semakin mendapat perhatian dalam konteks pemulihan pascagempa yang turut memengaruhi kehidupan masyarakat dan kebutuhan pendidikan di wilayah terdampak.
Meski demikian, antusiasme anak-anak memperlihatkan bahwa kesempatan belajar dan ruang untuk mengembangkan potensi merupakan bagian penting dari pengalaman pendidikan mereka.
Pengalaman di sekolah-sekolah Flores menegaskan pentingnya melihat pendidikan secara lebih menyeluruh. Fasilitas yang memadai memang dibutuhkan, tetapi proses belajar juga memerlukan pendampingan guru, dukungan keluarga, serta kesempatan bagi anak untuk mengenali dan mengembangkan bakatnya.
Kisah anak-anak yang tetap bersemangat di tengah keterbatasan menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan pendidikan yang layak, tanpa terhalang oleh kondisi geografis maupun latar belakang sosial.
Bagi Flores, tantangan pendidikan tidak cukup dijawab dengan membangun ruang kelas atau menyediakan perlengkapan belajar. Diperlukan pula perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan sekolah, guru, dan peserta didik agar semangat belajar yang sudah tumbuh dapat terus berkembang.
Sumber: Liputan6.com, Nurri Indah Kholillah, 9 Oktober 2026. Diolah dan ditulis ulang oleh Sandra dari Floresku.com.