AI
Senin, 06 Juli 2026 21:59 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

BALI (Floresku.com) – PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) memperkenalkan dua inisiatif baru untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, yakni Modul Bijak Keuangan (MOJANG) dan platform berbasis kecerdasan buatan ChatPindar.com.
Kedua program tersebut diluncurkan dalam kegiatan UID Talk x Easycash bertajuk Adulting 101: How to Spend Smart and Manage Wisely yang digelar bersama United In Diversity (UID) Foundation di UID Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.
Peluncuran ini dilakukan sebagai respons terhadap masih lebarnya kesenjangan antara tingkat inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51 persen, sedangkan indeks literasi keuangan baru 66,46 persen.
Komisaris Utama Easycash, Jimmy Muhamad Rifai Gani, mengatakan peningkatan akses terhadap layanan keuangan digital harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai agar masyarakat mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
"Bersama AFTECH dan IARFC Indonesia, Easycash menghadirkan MOJANG sebagai panduan edukasi finansial yang praktis dan relevan bagi generasi muda.
Kami juga menghadirkan ChatPindar, platform literasi keuangan berbasis AI yang memberikan informasi kredibel dan mudah dipahami mengenai layanan pinjaman daring," ujarnya.
Menurut Jimmy, tujuan utama kedua inisiatif tersebut adalah membantu generasi muda membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini, sehingga tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijaksana.
Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, mengapresiasi kolaborasi antara regulator, industri fintech, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat dalam memperkuat literasi keuangan.
Baca juga:
Menurutnya, semakin luas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital, semakin penting pula meningkatkan pemahaman mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban sebagai konsumen agar terhindar dari layanan keuangan ilegal.
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Mercy Simorangkir, mengatakan literasi keuangan perlu diperkenalkan sejak dini agar generasi muda mampu menggunakan layanan keuangan digital secara tepat.
"Kami tidak mendorong mahasiswa menggunakan layanan keuangan tertentu, tetapi ingin membekali mereka dengan pengetahuan agar mampu mengelola keuangan pribadi secara bijaksana dan memahami manfaat serta risiko fintech," katanya.
Sementara itu, Presiden United In Diversity Foundation, Tantowi Yahya, menilai kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu keterampilan hidup yang penting bagi generasi muda.
Menurutnya, menjadi dewasa bukan hanya soal usia, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai keputusan finansial yang tidak diajarkan di ruang kelas.
Selain memperkenalkan MOJANG dan ChatPindar, kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya menjaga rekam jejak kredit sejak usia muda. Jimmy menjelaskan, reputasi kredit yang baik akan membuka lebih banyak peluang di masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan usaha, maupun memenuhi berbagai kebutuhan produktif.
Melalui program edukasi ini, Easycash bersama UID Foundation, AFTECH, dan OJK Provinsi Bali berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat #BijakDalamMeminjam dan #JadiLebihPaham, sehingga tercipta ekosistem keuangan digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Easycash merupakan platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK. Hingga Juni 2026, perusahaan ini telah melayani lebih dari 10 juta pengguna dengan total penyaluran dana mencapai Rp98,27 triliun di seluruh Indonesia. (Sandra)***