Hari Sabat adalah Kesempatan untuk Berbuat Baik

Selasa, 20 Januari 2026 23:31 WIB

Penulis:redaksi

nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)

Pesan Inspiratif
Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Memang benar bahwa hari Sabat adalah kesempatan untuk beristirahat. Tetapi, ini tidak  berarti bahwa pada hari Sabat kita tidak buat suatu apa pun termasuk  lakukan sesuatu yang baik.

Perikop Injil Mrk 4:1-6 melukiskan tentang peristiwa Yesus. yang mau menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangannya di Rumah Ibadat.

Orang-orang Farisi mulai mengamat-amati apakah Yesus akan menyembuhkan orang itu. Yesus ingin memastikan jawaban dari orang-orang dalam.Bait Allah saat itu.

Maka Yesus bertanya, "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?", (Mrk 3:4).

Tetapi, karena mereka diam saja, maka Yesus minta orang sakit itu untuk mengulurkan tangannya.  Dengan demikian orang itu menjadi sembuh.

Yesus menolak dan membenci kedegilan hati serta kemunafikan orang-orang yang ada dalam Rumah Ibadat pada hari itu, khususnya orang-orang Farisi.

Melalui peristiwa penyembuhan pada hari Sabat Yesus mengajak kita untuk ingat bahwa hari Sabat, atau hari Minggu atau hari Tuhan adalah kesempatan yang Tuhan berikan agar kita lakukan hal-hal yang berkenan dan tidak merugikan siapa pun.

Hari Minggu atau hari Tuhan adalah kesempatan untuk berbuat baik. Kita bisa mengunjungi orang-orang sakit, orang lanjut usia dan difabel  mendoakan mereka, melayani komuni kudus, an menolong mereka.

Kita juga bisa lakukan sesuatu yang berguna untuk orang-orang yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian kita.

Sebab kita hidup bukan hanya untuk diri dan keluarga sendiri. Kita juga mesti hidup untuk banyak orang lain. Kita membantu semampu kita asal kita lakukan semuanya dengan tulus tanpa paksaan.

Semoga Tuhan memberkati hidup dan karya kita.

Kewapante, 21 Januari 2026. ***