Ikatan Keluarga Lopo TTU Gelar Natal dan Tahun Baru Bersama

Minggu, 18 Januari 2026 21:38 WIB

Penulis:redaksi

uskup kupang.jpg
Uskup Agung Kupang Mgr Hironimus Pakaenoni disambut dengan tariang jelang Misa Natal dan Tabu Baru Bersama Ikatan Lopo TTU Sejabodetabe, Jumat (16/1). (Instagram)

JAKARTA (Floresku.com) – Ikatan Keluarga Lopo–Timor Tengah Utara (TTU) menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru di Jakarta, Jumat (16/1). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan menjaga identitas masyarakat TTU yang hidup dan berkarya di tanah rantau.

Perayaan Natal berlangsung khidmat di Hall Aroem Mahakam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh daerah dan nasional, perwakilan komunitas diaspora TTU, serta undangan dari lintas sektor sosial dan olahraga. Nuansa kekeluargaan dan budaya khas TTU terasa kuat sepanjang rangkaian kegiatan.

Ketua Ikatan Keluarga Lopo–TTU, Emanuel Iuntonis, menyebut antusiasme warga diaspora sangat tinggi dan melampaui ekspektasi panitia.

 Menurutnya, perayaan Natal dan Tahun Baru ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga jati diri masyarakat TTU di perantauan.

Baca juga:

“Antusiasme warga sangat tinggi, bahkan melampaui ekspektasi panitia. Ini menunjukkan semangat kebersamaan keluarga besar Lopo–TTU masih sangat kuat,” ujar Emanuel.

Ia menilai kehadiran tokoh dari berbagai sektor memberikan dukungan moral yang besar bagi komunitas diaspora. Kebersamaan ini, lanjutnya, penting untuk mendorong kegiatan-kegiatan positif, baik di bidang sosial, keagamaan, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Sekretaris Jenderal Ikatan Keluarga Lopo–TTU, Jekson Tanof, menegaskan peran organisasi sebagai rumah bersama yang merangkul seluruh anggota. Ia menyebut perayaan Natal dimaknai sebagai ibadah bersama sekaligus sarana pelestarian nilai-nilai budaya TTU.

“Makna Natal ini adalah mempererat persaudaraan, beribadah bersama, dan melestarikan budaya,” katanya.

Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus, yang turut hadir, mengapresiasi diaspora Lopo–TTU yang mampu menghadirkan Natal bernuansa daerah di Jakarta. Ia menegaskan bahwa identitas daerah tetap melekat meski masyarakat hidup di perantauan.

“Status boleh berubah, tetapi identitas daerah tidak bisa berubah,” tegasnya.

Sementara itu, promotor olahraga Victoria menilai perayaan Natal Lopo–TTU sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Ia berharap diaspora yang sukses di ibu kota terus berkontribusi bagi daerah asal dan memberi dampak sosial positif bagi masyarakat TTU. (San). ***