UMKM
Minggu, 05 Juli 2026 14:13 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

NAGEKEO (Floresku.com) – PT Indomarco Prismatama memutuskan menunda rencana pembangunan gerai Indomaret di Kelurahan Nangaroro, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul penolakan dari puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang khawatir kehadiran ritel modern akan mengancam keberlangsungan usaha mereka.
Staf Perizinan PT Indomarco Prismatama, Bagus, mengatakan hingga saat ini manajemen pusat belum mengambil keputusan apakah investasi tersebut akan dilanjutkan atau dibatalkan. Untuk sementara, rencana pembangunan masih ditangguhkan.
"Posisi lokasi di Nangaroro saat ini masih di-hold sampai batas waktu yang belum ditentukan. Belum ada keputusan pasti apakah dilanjutkan atau tidak," ujar Bagus.
Baca juga;
Ia menegaskan, perusahaan tidak ingin memulai investasi yang justru memicu konflik di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan investasi sangat bergantung pada penerimaan masyarakat setempat.
"Kami menginginkan pembangunan Indomaret yang aman dan tidak ada konflik kepentingan di tingkat masyarakat. Kalau masih ada yang menerima dan ada yang menolak, tentu akan menjadi pertimbangan manajemen," katanya.
Bagus menambahkan, perusahaan menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pemberian izin sekaligus memahami kondisi sosial masyarakat.
Sebelumnya, sekitar 40 pelaku UMKM yang tergabung dalam Komunitas Pelaku Usaha Kios Kelurahan Nangaroro menyampaikan surat penolakan kepada PT Indomarco Prismatama dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Mereka meminta Bupati Nagekeo tidak menerbitkan izin pembangunan gerai Indomaret di ibu kota Kecamatan Nangaroro.
Para pelaku UMKM menilai kondisi ekonomi masyarakat yang masih lesu dan daya beli yang belum pulih akan membuat usaha kecil semakin sulit bertahan apabila harus bersaing dengan jaringan ritel modern.
Meski demikian, mereka menegaskan tidak menolak investasi secara umum. Mereka mengusulkan agar pembangunan gerai dialihkan ke kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi dan daya beli lebih tinggi, seperti ibu kota Kabupaten Nagekeo.
Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Nagekeo belum memberikan pernyataan resmi terkait tindak lanjut rencana investasi tersebut maupun aspirasi penolakan dari para pelaku UMKM. (Silvia). ***