Ini Dia Henri Ratulangi, Duta Petani Milenial yang Menginspirasi dalam Dunia Pertanian

Jumat, 01 Desember 2023 10:00 WIB

Penulis:redaksi

Editor:MAR

Petani milenial sukses
Petani milenial sukses (Petani milenial sukses)

 

JAKARTA (Floresku.com) - Pertanian, sebagai salah satu pilar utama industri di Indonesia, tengah menghadapi tantangan serius dengan krisis yang melibatkan petani muda. Perhatian utama kini tertuju pada upaya sektor pertanian untuk mengatasi kendala yang mencekik potensi generasi penerus tersebut. Tiga faktor utama muncul sebagai pendorong krisis ini. 

Pertama, keterbatasan dalam mengakses modal, teknologi, dan sumber daya manusia yang terampil menjadi kendala utama, menghambat kemajuan produktivitas dan kesejahteraan petani muda. Kedua, urbanisasi tinggi dan peningkatan tingkat pendidikan di pedesaan mendorong pemuda untuk beralih ke sektor non-pertanian. Terakhir, rendahnya daya tarik profesi petani di mata generasi muda, dianggap kurang prestisius dan menghasilkan pendapatan yang minim dibanding pekerjaan di sektor lain.

Tak hanya itu, jumlah petani berusia tua yang terus meningkat di Indonesia semakin meruncingkan krisis dengan minimnya regenerasi di sektor pertanian. Perubahan iklim juga turut menjadi penghambat, mengharuskan petani memiliki keahlian dan pengetahuan khusus untuk menghadapi tantangan ekstrim dan kompleks dalam lingkungan pertanian. 

Oleh karena itu, diperlukan strategi yang cermat untuk meningkatkan daya tarik profesi pertanian bagi generasi muda. Langkah-langkah strategis perlu difokuskan pada peningkatan akses terhadap modal, teknologi, dan sumber daya manusia yang terampil. Selain itu, dukungan kebijakan dan program yang mendorong regenerasi petani muda juga harus diperkuat sebagai bagian integral dari solusi untuk mengatasi krisis di sektor pertanian Indonesia.

Henri Ratulangi, Petani Millennial Inspiratif

Henri Ratulangi, lahir dan dibesarkan di Desa Tolombukan, adalah sosok petani muda berusia 30 tahun yang menorehkan inspirasi. Berakar dari keluarga petani, Henri memantapkan langkahnya ke dalam jagat pertanian. Semangatnya terbentuk sejak masa sekolah menengah di SPMA GMIM Tomohon hingga melanjutkan studi sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB), menjadikan pertanian sebagai panggilan hidupnya. Kini, ia telah mencatat prestasi sebagai pionir dalam budidaya Pepaya California, varietas premium yang merambah pasar lintas provinsi dengan gemilang.

Alasan Henri memilih menjadi petani tak lain adalah untuk mengubah stereotip negatif yang melekat pada profesi ini. Bagi banyak orang, petani identik dengan kata-kata yang tak menggairahkan: bau, kotor, kuno, dan penghasilan yang minim. Bagi Henri, bercocok tanam adalah tantangan, motivasi, dan peluang besar untuk merajut transformasi pikiran.

“Pertanian itu menarik dan berkelanjutan,” katanya tegas. “Semakin kita telusuri, semakin terbuka peluang-peluang baru yang memicu semangat.”

“Hasil panen dari Indonesia memiliki kualitas yang superior dan bersaing di pasar internasional,” tambahnya dengan keyakinan yang membara.

Duta Petani Millennial

Buah hasil keberhasilannya dalam dunia pertanian, menjadikan Henri terpilih sebagai salah satu Duta Petani Millennial dan Duta Petani Andalan (DPM/PA) asal Provinsi Sulawesi Utara yang telah dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2021 bersama peserta lainnya dari 33 Provinsi. Tidak hanya itu, Henri juga memiliki peran penting dalam organisasi tersebut dengan menjadi Sekretaris Pengurus Wilayah DPM/DPA Prov. Sulawesi Utara sekaligus merangkap sebagai Ketua Pengurus Daerah DPM/DPA Kab. MInahasa Tenggara. Tidak hanya itu, Henri juga menjadi pengurus berbagai organisasi pertanian baik di tingkat daerah maupun nasional seperti Wakil Sekretaris KTNA Kab. Minahasa Tenggara, Sekretaris PPPSI Prov. Sulawesi Utara dan anggota bidang Hortikultura IKAMAJA Nasional. 

Dengan berbagai perannya di organisasi tentu menjadikan Henri memiliki banyak teman dan relasi dalam dunia pertanian dari berbagai Provinsi. Henri juga memiliki relasi yang siap untuk membantunya di bidang ekspor produk. Meski memiliki banyak peran sebagai DPM/DPA tidak membuat Henri lupa diri. Ia memiliki komitmen untuk membagikan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya dengan para pemuda pemudi di pedesaan. Saat ini Henri telah membina lebih dari 100 petani millennial potensial yang tersebar di Provinsi Sulawesi Utara.

Tidak hanya itu, Henri juga telah mendampingi 3 pemuda binaannya dalam mempresentasikan produk olahannya dalam kegiatan Sarasehan Petani Millenial di Kota Makassar di depan pejabat eselon 1 Kementerian RI dan calon investor. Selanjutnya Henri juga memfasilitasi puluhan petani dalam mengakses Kredit Usaha Rakyat dengan bunga 6% tanpa agunan, dengan menjadikan dirinya sebagai jaminan untuk para petani tersebut. Selain membantu dalam permodalan, Henri juga mendampingi petani dalam membudidayakan usaha mereka hingga mencapai hasil yang maksimal.

Berkat kerja keras dan usulan yang dibuatnya, Henri berhasil membuat kelompok taninya mendapat bantuan anggaran dari Kementerian Pertanian untuk pembangunan jalan usaha tani di Perkebunan Kojor Desa Liwutung Dua, Kab. Mitra. Semua ini dilakukan Henri tanpa meminta imbalan dari para petani. Menurutnya yang terpenting adalah apa yang bisa ia bisa ia berikan untuk keluarga, dan untuk orang- orang sekitar.  (Fitri)

Tulisan ini telah tayang di www.demfarm.id oleh Fitri Mariya Amin pada 01 Dec 2023