flores
Minggu, 19 April 2026 16:50 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

MAUMERE (Floresku.com) - Kacang panjang merah—sering juga disebut kacang panjang ungu—merupakan varietas unik dari kacang panjang yang dikenal luas di berbagai wilayah tropis, termasuk di daerah Flores,
Tanaman ini memiliki ciri khas berupa polong yang panjang, ramping, dan berwarna merah keunguan yang mencolok, berbeda dari kacang panjang hijau pada umumnya.
Secara botani, tanaman ini masih satu keluarga dengan kacang panjang biasa (Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis), tetapi mengalami variasi genetik yang menghasilkan warna dan kandungan nutrisi yang berbeda.
Asal-usul kacang panjang merah diperkirakan berasal dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, yang kemudian menyebar ke berbagai daerah melalui praktik pertanian tradisional.
Baca juga:
Di Indonesia, tak terkecuali di daerah Flores sendiri, tanaman ini sudah sejak lama dibudidayakan karena daya tarik warnanya sekaligus nilai gizinya yang tinggi.
Selain itu, tanaman ini cukup mudah tumbuh di iklim tropis dengan sinar matahari yang cukup dan tanah yang gembur.
Dari segi manfaat, kacang panjang merah kaya akan serat, vitamin A, vitamin C, serta antioksidan alami seperti antosianin yang memberi warna ungu kemerahan pada polongnya.
Kandungan ini sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, serta melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif.
Selain itu, seratnya membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Dalam pengobatan tradisional, kacang panjang sering dimanfaatkan untuk membantu mengatasi masalah seperti sembelit, kelelahan, dan bahkan menjaga kesehatan jantung.
Bijinya yang sudah tua juga dapat dikonsumsi sebagai sumber protein nabati yang cukup baik.
Secara kuliner, kacang panjang merah dapat diolah seperti kacang panjang biasa—ditumis, direbus, atau dijadikan lalapan.
Rasanya cenderung renyah dengan sedikit rasa manis alami. Warna ungunya pun memberi nilai estetika tersendiri pada hidangan, menjadikannya bukan hanya sehat, tetapi juga menarik secara visual. (Silvia). ***