Kasih dan Kepercayaan Dibalas dengan Pengkhianatan

Selasa, 31 Maret 2026 05:56 WIB

Penulis:redaksi

gregor.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)

Pesan Inspiratif

Oleh: Pater Gregor Nulee SVD

Yesus memilih dari antara murid-muridNya duabelas orang, dan ditetapkanNya sebagai Rasul . Mereka disebut Keduabelas Rasul yang menunjukkan keduabelas suku Israel.

Keduabelas Rasul ini mendapat perhatian, kasih dan kepercayaan  yang sama dari Yesus. Mereka mendapat privilese dan hak istimewa dari Yesus.

Mereka memiliki tugas khusus mendampingi Yesus dalam perjalanan misi dan karyaNya. Mereka menyaksikan karya-karya besar Yesus. Merela juga mendengarkan pewartaan dan ajaran Yesus tentang rahasia-rahasia dan misteri Kerjaan Allah.

Tetapi, perikop Injil Yohanes 13:21-23.36-38 melukiskan tentang nubuat Yesus tentang apa yang terjadi dengan rasul-rasulNya pada saat-saat akhir hidup dan karyaNya.

Ungkapan perasaan, intuisi dan nubuat akhir Yesus tentang sikap, perilaku dan kesetiaan para rasul pada saat-saat akhir hidup Yesus.

Yesus menegaskan bahwa salah seorang rasulNya akan mengkhianati Dia dengan menjual dan menyerahkanNya kepada para pemimpin Agama dan tua-tua Israel untuk dihukum mati.

Penyampaian ini membuat para rasul gempar, saling mencurigai, dsn saing menuduh. Bahkan setiap orang mulai dengan suara  lantang  bertanya, apakah aku, Rabi, seolah-olah mau menegaskan bahwa dia bukanlah orangnya.

Inilah sikap munafik, ingin menunjukkan diri bersih, inosen dan setia pada Yesus. Setiap rasul ingin mencuci tangan dan tidak mau bertanggung jawab atas apa yang akan menimpa Yesus.

Mereka telah menyalahgunakan cinta dan kepercayaan Yesus. Petrus yang mendapat kepercayaan untuk menjadi kepala para rasul dan turut menyaksikan peristiwa besar yang dilakukan Yesus bakal menyangkal Yesus.

Yudas Iskariot  yang mendapat kepercayaan sebagai bendahara kelompok yang bertugas mengelola keuangan kelompok bakal menjual Yesus.

Pengalaman para rasul bisa  juga menjadi pengalaman kita di zaman ini. Dengan cara tertentu kita bisa saja menyangkal dan mengkhianati Yesus.

Kita juga  bisa saja  mengkhianati kasih dan kepercayaan suami, istri, orang tua, pembesar, majikan atau sesama di sekitar kita. Kita. menyalahgunakan kepercayaan itu.

Dengan cara dan tujuan tertentu kita juga bisa saja  menjual orang-orang di sekitar kita untuk kepentingan diri, keluarga dan kelompok.

Kita mesti bertobat. Kita mesti berbalik kepada Tuhan. Hanya dengan demikian kita bisa. hidup sebagai manusia baru.

Semoga Tuhan Yesus memberkati selalu!

Kewapante, 31 Maret 2026