Kota Kuno Bawah Air di Turki Terungkap, Pusat Kekuatan Masa Lalu

Minggu, 12 April 2026 17:33 WIB

Penulis:Redaksi

kota.jpg
Kota kuno Juliopolis yang ditemukan berada di bawah laut Turki. (Getty Images-Yahoo.com)

TURKI (Floresku.com) – Penemuan arkeologis terbaru mengungkap sejarah tersembunyi sebuah kota kuno yang kini tenggelam di bawah air. 

Kota tersebut, Juliopolis, ternyata pernah menjadi pusat kekuatan penting selama berabad-abad di wilayah yang kini dikenal sebagai Turki.

Kota ini memiliki akar sejarah lebih dari 2.000 tahun lalu, ketika seorang penguasa lokal bernama Cleon mengganti nama kota kelahirannya menjadi Juliopolis untuk menghormati Gaius Julius Caesar, yang kemudian dikenal sebagai Augustus, kaisar pertama Kekaisaran Romawi. 

Keputusan politis itu membawa dampak besar, menjadikan kota kecil ini berkembang pesat dan bertahan sebagai pusat urban penting hingga era Bizantium.

Namun, sejak pembangunan Bendungan Sariyar pada akhir 1950-an, sebagian besar Juliopolis kini terendam di bawah waduk. Meski demikian, penggalian arkeologi yang dilakukan sejak 2009 hingga 2025 berhasil mengungkap kembali kejayaan kota tersebut.

Tim peneliti dari Universitas Karabuk dan Museum Peradaban Anatolia Ankara menemukan bahwa Juliopolis bukan sekadar kota kecil, melainkan pusat ekonomi, perdagangan, dan keagamaan yang strategis. Letaknya di jalur utama Romawi, dikenal sebagai Pilgrim’s Road, menjadikannya simpul penting konektivitas regional.

Bacaan Injil:

Salah satu temuan paling menarik adalah kompleks lumbung penyimpanan kuno yang ditemukan pada 2022. Di dalamnya terdapat bejana besar (pithoi) yang digunakan untuk menyimpan cairan seperti minyak zaitun dan anggur. Simbol salib pada salah satu bejana mengindikasikan keterkaitan erat antara produksi anggur dan institusi gereja setempat.

Penelitian juga menunjukkan bahwa Juliopolis memiliki sistem pertanian maju, terutama dalam produksi anggur dan gandum. Analisis kimia pada rambut manusia dari area pemakaman bahkan mengungkap pola konsumsi makanan yang mencerminkan gaya hidup kota kelas atas, termasuk konsumsi anggur merah serta rempah seperti mint dan jahe.

Selain itu, ditemukan pula keramik mewah African Red Slip Ware yang menandakan keterlibatan Juliopolis dalam jaringan perdagangan Mediterania. Artefak lain seperti alat tenun dan kapak besi menunjukkan adanya aktivitas kerajinan lokal.

Menariknya, warga kota juga memanfaatkan kembali material dari era Romawi, seperti kolom marmer dan artefak keagamaan pagan, untuk kebutuhan baru di era Kristen Bizantium. Salah satu contohnya adalah pegangan perunggu berbentuk lumba-lumba yang awalnya digunakan dalam ritual pagan, kemudian dialihfungsikan untuk kegiatan sehari-hari.

Para peneliti menyimpulkan bahwa Juliopolis bukan sekadar kota transit, melainkan pusat kehidupan kompleks dengan struktur sosial, ekonomi, dan religius yang maju. Penemuan ini menegaskan bahwa bahkan kota yang kini tersembunyi di bawah air pernah memainkan peran penting dalam sejarah peradaban manusia. (Sandra -Sumber:Yahoo.com). ***