Lansia dan Disabilitas Flores Timur Terima Bantuan Sosial

Selasa, 23 Juni 2026 10:10 WIB

Penulis:Redaksi

lansia.jpg
Opa Yohanes Ama Koten (90), warga Dusun Ruang Motong, Desa Ilepadung (kiri) dan Ainun Jamidin, warga Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri (kanan).  (Silvia)

(Floresku.com)  – Sejumlah warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas di Kabupaten Flores Timur menerima bantuan alat bantu mobilitas melalui program bakti sosial asistensi rehabilitasi sosial yang diselenggarakan oleh Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor, Kementerian Sosial RI, bekerja sama dengan Dinas Sosial setempat.

Salah satu penerima manfaat adalah Opa Yohanes Ama Koten (90), warga Dusun Ruang Motong, Desa Ilepadung. 

Kepala Dusun Ruang Motong, Andi Blolong

Kepala Dusun Ruang Motong, Andi Blolong, yang ditemui di Aula Setda Flores Timur, Senin (22/6), menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima warganya.

Menurut Andi, program tersebut merupakan buah dari kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan Kementerian Sosial RI dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.

Baca juga:

"Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. Ini sangat membantu warga kami yang selama ini membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Meski demikian, Andi berharap perhatian terhadap kelompok rentan terus ditingkatkan. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan alat bantu bagi lansia dan penyandang disabilitas di wilayahnya masih cukup besar.

"Kami masih sangat membutuhkan bantuan alat bantu bagi orang tua dan penyandang disabilitas. Sebenarnya kami mengusulkan empat orang penerima, tetapi karena kendala administrasi, kali ini baru dua orang yang bisa menerima bantuan," katanya.

Rasa syukur yang sama juga disampaikan Ainun Jamidin, warga Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri. Ainun menerima bantuan tongkat kruk yang akan membantunya beraktivitas sehari-hari.

"Ini kali kedua saya mendapatkan bantuan tongkat kruk. Yang pertama sudah rusak. Alhamdulillah sekarang saya mendapatkan yang baru," tutur Ainun.

Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti baginya. Namun, Ainun masih berharap suatu saat dapat memperoleh bantuan kaki palsu agar mobilitasnya semakin baik.

"Saya berharap bisa mendapatkan bantuan kaki palsu supaya lebih leluasa beraktivitas. Tetapi untuk sekarang saya sangat bersyukur dengan adanya tongkat kruk ini," ujarnya.

Program asistensi rehabilitasi sosial yang dilaksanakan Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor ini menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat kurang mampu di berbagai daerah, termasuk Flores Timur. Pemerintah diharapkan terus memperluas jangkauan bantuan agar semakin banyak warga yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.(Silvia