Indonesia
Rabu, 28 Oktober 2026 22:42 WIB
Penulis:Redaksi

JAKARTA (Floresku.com) — Biosolusi dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Pemanfaatan teknologi berbasis hayati ini diproyeksikan mendukung ketahanan pangan, diversifikasi energi, transformasi industri, serta penciptaan lapangan kerja.
Potensi tersebut diungkapkan dalam laporan The Value of Biosolutions: Growth and Prosperity – Indonesia Edition yang diluncurkan di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Laporan ini hadir ketika pemerintah menjalankan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan menyiapkan peta jalan bioekonomi nasional.
Laporan tersebut memperkirakan sektor biosolusi di Indonesia berpotensi menghasilkan nilai ekonomi sebesar US$2,23 miliar pada 2035. Pada periode yang sama, jumlah lapangan kerja di sektor ini diperkirakan meningkat hampir tiga kali lipat.
Nilai ekonomi tersebut setara dengan lebih dari dua kali nilai ekspor kopi Indonesia saat ini, menurut laporan itu.
Biosolusi merupakan pemanfaatan ilmu hayati dan bioteknologi untuk menghasilkan solusi bagi berbagai kebutuhan, termasuk pangan, energi, industri, dan lingkungan. Penerapannya antara lain mencakup teknologi enzim, fermentasi, dan proses biologis yang dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Laporan itu juga menyoroti dampak berganda terhadap perekonomian. Setiap lapangan kerja baru di sektor biosolusi diperkirakan dapat mendukung terciptanya 3,8 lapangan kerja tambahan di sektor lain, terutama pertanian dan sistem pangan.
Angka tersebut hampir 60 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. Temuan ini menunjukkan potensi biosolusi untuk memperkuat rantai pasok domestik dan mendorong aktivitas ekonomi di luar sektor bioteknologi itu sendiri.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, mengatakan biosolusi membuka peluang bagi Indonesia untuk mengoptimalkan kekayaan sumber daya hayati demi mendukung kemakmuran ekonomi, pelestarian lingkungan, dan ketahanan nasional.
Menurut dia, kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan mitra pembangunan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut seiring penyusunan strategi bioekonomi nasional.
Country Manager Indonesia Novonesis, Yonny Setiady, menambahkan bahwa biosolusi dapat membantu meningkatkan produktivitas dengan penggunaan sumber daya yang lebih efisien, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta mengurangi emisi.
Ia menilai dukungan kebijakan yang tepat diperlukan agar pengembangan biosolusi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga:
Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN, Sten Frimodt Nielsen, menekankan pentingnya kerja sama internasional dan pertukaran pengetahuan dalam pengembangan bioekonomi.
Menurut dia, pengalaman Denmark dalam pengembangan teknologi enzim, fermentasi, dan bioteknologi dapat menjadi sumber pembelajaran bagi Indonesia dalam membangun industri berbasis hayati yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus transisi hijau.
Peluncuran laporan tersebut melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Novonesis, dan Kedutaan Besar Denmark di Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, peneliti, dan mitra pembangunan untuk membahas kontribusi biosolusi terhadap agenda ekonomi, industri, dan keberlanjutan Indonesia.
Pengembangan sektor ini diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan sumber daya hayati nasional, mendorong investasi, mendukung ekonomi sirkular, dan meningkatkan daya tahan ekonomi dalam jangka panjang.
Meski demikian, realisasi potensi ekonomi biosolusi akan bergantung pada dukungan kebijakan, investasi, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor dalam penerapan strategi bioekonomi nasional.
Dengan kekayaan biodiversitas yang dimiliki, Indonesia berpeluang mengembangkan nilai tambah sumber daya hayati melalui inovasi dan industri berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi salah satu pilihan strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber: Laporan The Value of Biosolutions: Growth and Prosperity – Indonesia Edition, 28 Oktober 2026.