Loka Ena, Inerie Destinasi Wisata Pantai yang Menyuguhkan Kuliner Ikan, Kopi Arabika dan Arak

Kamis, 08 Februari 2024 21:20 WIB

Penulis:redaksi

Loka Ena.jpg
Garis pantai Loka Ena di bawah kaki dengan latar Gunung Inerie (Instimewa)

INERIE (Floresku.com) - Destinasi wisata Pantai Leko Ena di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, memang belum cukup populer dan belum dilengkap fasilitas pariwisata yang memadai. 

Namun, Pantai Leko Ena menawarkan pesona alam yang memukau  karena bentangan pasir yang cukup panjang dan lingungan alam sekitar yang asri. 

Terletak di Dusun Nua Muzi Desa Warupele 1 Kecamatan Inerie, pantai ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan pantai yang indah, tetapi juga menyuguhkan aneka kuliner  berbahan ikan bagi para pengunjung.

Pasalnya, Pantai Leko Ena bukan hanya tempat untuk menikmati pemandangan alam yang indah, melainkan juga pelabuhan ikan bagi para nelayan setempat. 

Sunset di Pantai Loka Ena (Foto: Istimewa)

Pengunjung dapat langsung memperoleh ikan segar dengan berbagai ukuran dan harga bersahabat dari para nelayan, bahkan dapat langsung diolah dan dinikmati dengan menu ikan kuah asam dan lawar yang menjadi andalan di tempat ini.

Adrianus Dhawu, Ketua Pokdarwis Leko Ena, menyatakan bahwa dirinya dan timnya bekerja secara sukarela untuk pengembangan lokasi wisata ini. 

"Kami bergotong royong memperbaiki beberapa fasilitas yang ada agar pantai ini menjadi lokasi yang nyaman bagi para pengunjung," ujar Adrianus sebagaimana dikutip RRI.co.id, Kamis (8/2).

Pantai Leko Ena juga menjadi tempat ideal untuk latihan berenang, karena Pokdarwis Leko Ena menyediakan berbagai wahana air yang dapat disewa, termasuk tenaga pendamping renang.

Para pengjunjung bersantai menimkati senja hari di Loka Ena (Foto: TikTok.com)

Selain menawarkan kuliner dan pemandangan alam yang menakjubkan, pengunjung dapat menikmati sunset yang sempurna sambil menyeruput kopi Arabika Flores Bajawa di warung-warung sekitar pantai. 

Akses masuk ke tempat ini dapat ditempuh sekitar 30 menit menggunakan kendaraan dari Aimere atau dari kampung tradisional Bena. Tarif masuknya terjangkau, hanya sebesar 5.000 rupiah per orang.

Destnasi ini  juga memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk menyaksikan secara langsung proses penyulingan arak di rumah warga yang berdekatan dengan pantai. 

Tentu saja para pengunjung yang berminat bisa juga mencicip nikmatnya arak Inerie yang terkenal itu.

 Ini menjadi pengalaman tambahan yang menarik bagi para pengunjung yang ingin mengeksplorasi budaya lokal di kawasan selatan Kabupaten Ngada. (San). ***