hidup
Jumat, 27 Februari 2026 09:24 WIB
Penulis:redaksi

Setiap orang rindu hidup dalam damai. Damai itu adalah keadaan tenang, nyaman, dan bebas yang dirasakan dalam hati dan terungkap lewat kata, sikap dan perbuatan-perbuatan.
Kadang-kadang dunia berusaha menciptakan damai dengan menekan, mengancam atau memerangi pihak lain. Bahkan ada yang menyebutnya perang "damai".
Ingat tidak mungkin ada perang yang menciptakan damai sejati. Sebab perang akan mengakibatkan penderitaan, kematian, korban dan kerugian-kerugian..
Mungkin akan tercipta keadaan tenang dan tidak ada kekacauan atau pemberontakan Bukankan itu suatu keadaan damai yang semu? Perang menciptakan dendam dan kebencian yang akan memicu balasan.
Perikop Injil Mat 5:20-26 mewartakan lanjutan Kotbah Yesus di Bukit. Yesus ajarkan tentang pentingnya damai yang mestinya ada di antara kita bersaudara.
Seseorang tidak pantas membawa persembahan kepada Allah jika ia sedang bermusuhan dengan sesamanya. Ia mesti berdamai terlebih dahulu dengan musuhnya.
Syarat untuk menciptakan damai sejati yakni menghindarkan tindakan membunuh orang lain. Memang membunuh dilarang dan jika terjadi pelakunya mesti dihukum berat.
Tetapi, ada sikap dan tindakan tertentu yang mesti dijauhkan karena punya dampak negatif terhadap orang lain. Mungkin setara dengan tindakan membunuh.
Kita mesti menjauhkan tindakan marah, atau berkata kafir dan jahil terhadap orang lain. Sebab dengan berkata kafir dan jahil kita menghina, merendahkan dan melukai hati orang lain.
Kita juga mesti menghindari sikap benci dan dendam yang dapat memicu tindakan kejahatan yang lebih besar. Juga kecenderungan menciptakan dan menyebarluaskan gosip dan berita palsu atau hoaks.
Semua hal di atas dapat memungkinkan rusaknya relasi interpersonal di antara kita. Mungkin sering kita tersenyum dan berkata manis. Tetapi, sebetulnya tidak ada kesesuaian antara kata hati dengan perbuatan sehari-hari.
Yesus mengajak kita untuk hidup dalam damai. Damai yang sejati itu ada dalam hati, dan terpancar keluar kata-kata dan tindakan yang positif dan baik.
Kita hanya bisa berdoa secara benar jika kita memiliki hubungan yang baik, aman. dan damai dengan orang lain.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 27 Februari 2026.***