Sikka
Kamis, 15 Oktober 2026 08:56 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

MAUMERE (Floresku.com) – Sukacita dan peristiwa iman yang mendalam mewarnai umat di Lingkungan Paroki St. Thomas Morus Maumere.
Arca Bunda Maria diserahkan secara khidmat dari KBG St. Carlo Acutis kepada KBG Bunda Rahmat Ilahi yang bertempat di Jalan Moan Pilipus Lingkar Luar, Maumere, Rabu (14/10) malam.
Penyerahan arca yang mengusung nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas tinggi ini berlangsung meriah namun tetap teratur serta penuh kekhusyukan, diiringi kehangatan tradisi lokal Sikka Krowe.
Diwarnai 3 Prosesi Adat Sikka
Suasana sakral makin terasa ketika rombongan pembawa Arca Bunda Maria disambut hangat melalui tiga rangkaian prosesi adat istimewa:
Tarian Gong Wani: Enam penari wanita dengan anggun membawakan tarian adat diiringi alunan instrumen tradisional Gong Wani, mengawal langkah arca suci menuju tempat pentakhtaan.
Baca juga:
Pengalungan Bunga: Bentuk penghormatan dan penyambutan hangat dari tuan rumah KBG Bunda Rahmat Ilahi kepada para tamu dan pengantar arca.
Penaburan Bunga: Langkah-langkah penyambutan dihiasi dengan taburan bunga segar sebagai perlambang kesucian, rasa syukur, dan wangi doa yang membumbung tinggi.
Doa Bahasa Sikka Krowe yang Menyentuh Hati
Di tengah jalannya prosesi, ungkapan kepasrahan dan permohonan perlindungan dipanjatkan secara khusus dalam bahasa daerah Sikka Krowe:
"Ina Maria, Mo'a nimu Yesus, Mai mora leu ami KBG Bunda Rahmat Ilahi. Mora ami, ganu ami, tabu ami. Nora Yesus AnakMu, bimbing ami. Amen."
(Ibu Maria, Ibu dari Yesus, datanglah dan tinggallah bersama kami di KBG Bunda Rahmat Ilahi. Bersama kami, lindungilah kami, dan naungilah kami. Bersama Yesus Putra-Mu, bimbinglah kami. Amin).
Ditutup Doa Pentakhtaan dan Persaudaraan
Rangkaian perayaan imaniah ini ditutup secara bertahap melalui Doa Pentakhtaan Arca Bunda Maria di altar KBG Bunda Rahmat Ilahi, dilanjutkan dengan doa Rosario bersama secara bersemangat.
Kemeriahan dan kehangatan malam perarakan ditutup dengan santap malam bersama seluruh umat sebagai bentuk persekutuan, rasa persaudaraan, dan syukur atas berkat Tuhan yang senantiasa menaungi perjalanan KBG Bunda Rahmat Ilahi. (Silvia)