Jogja Run’nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Padukan Sport dan Seni

Selasa, 04 Agustus 2026 20:17 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

Foto 1 - Direktur Utama GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini (kedua kanan), Ketua KAHGAMA Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda (tengah), Bendahara Umum KAHGAMA  Triweka Rinanti 2.JPG
Direktur Utama GIK UGM Alfatika Aunuriella Dini (kedua kanan), Ketua KAHGAMA Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda (tengah), Bendahara Umum KAHGAMA Triweka Rinanti (SP)

YOGYAKARTA, FLORESKU.COM – Ajang lari Jogja Run’nShine 2026 kembali digelar dengan konsep yang lebih semarak. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, event ini menargetkan 3.500 peserta dan menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, seni, musik, kuliner, hingga wisata budaya di Kota Yogyakarta.

Kegiatan yang akan berlangsung pada 18–20 September 2026 ini merupakan kolaborasi Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) bersama Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (KAHGAMA), SIRAH Travel, Sedekat Imaji Rupa, dan MyRace Sports Organizer.

Direktur Utama GIK UGM, Alfatika Aunuriella Dini, mengatakan Jogja Run’nShine bukan sekadar perlombaan lari, tetapi menjadi ruang untuk merayakan Yogyakarta secara utuh melalui perpaduan olahraga dan kreativitas.

"Jogja Run’nShine kami hadirkan bukan hanya sebagai ajang lari, tetapi juga sebagai ruang untuk merayakan Yogyakarta. Kami ingin setiap peserta tidak hanya pulang dengan pengalaman berlari, tetapi juga membawa cerita baru tentang kota ini," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8).

Baca juga:

Tahun ini tersedia dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Rute lomba tetap mengusung konsep Sinergi 5K, yaitu Kampus, Komunitas, Keraton, Kampung, dan Korporasi, yang merepresentasikan lima elemen penting pembentuk identitas Yogyakarta.

Melalui rute tersebut, peserta diajak menyusuri kawasan pendidikan, situs bersejarah, pusat ekonomi, permukiman warga, hingga ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Yogyakarta.

Tak hanya menghadirkan pengalaman berlari, Jogja Run’nShine 2026 juga memperkuat sisi artistik. Penyelenggara kembali menggandeng duo seniman TEMPA untuk merancang desain jersey dan medali resmi bertema "Shine Beats", yang menampilkan perpaduan ikon budaya Yogyakarta, elemen alam, serta siluet pelari sebagai simbol energi dan kebersamaan.

Direktur Sedekat Imaji Rupa, Galih Satrio, menilai festival ini mengusung keseimbangan antara olah raga dan olah rasa.

"Manusia yang utuh adalah mereka yang mampu merawat raga dan rasa secara seimbang. Dalam Run’nShine, seni ikut berlari, musik ikut bernapas, dan rasa ikut merayakan," katanya.

Baca juga:

Sementara itu, Direktur Marketing SIRAH Travel, Andi Fadly Arifuddin atau Fadly Padi, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pengalaman wisata yang lebih lengkap melalui ajang ini.

Menurutnya, Jogja Run’nShine menjadi media untuk memperkenalkan Yogyakarta kepada peserta dari berbagai daerah bahkan mancanegara melalui perpaduan olahraga, budaya, dan pariwisata.

Sebagai daya tarik tambahan, panitia meningkatkan hadiah bagi para pemenang. Tahun ini tersedia hadiah perjalanan ke Thailand untuk kategori Best Costume, paket wisata ke Turki bagi juara kategori 5K, serta hadiah utama berupa paket Umrah bagi pemenang kategori 10K.

Ketua KAHGAMA, Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, mengatakan kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung perkembangan Yogyakarta.

"Kami ingin kontribusi alumni Hukum UGM tidak hanya hadir di ruang akademik dan profesional, tetapi juga melalui kegiatan yang sehat, kreatif, serta memperkuat kebersamaan," ujarnya.

Selain lomba lari, pengunjung juga akan menikmati beragam program pendukung seperti Morning Music Concert yang menghadirkan grup musik Barasuara, Culinary Expo, Active Lifestyle Expo, hingga pameran seni Mampir Gelanggang yang berlangsung di Galeri Bulaksumur pada 18 September–12 Oktober 2026.

Melalui konsep sporty & artsy, Jogja Run’nShine 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan pariwisata, ekonomi kreatif, serta memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya yang terbuka bagi berbagai komunitas. (SP).