Tuhan
Kamis, 15 Januari 2026 22:59 WIB
Penulis:redaksi

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD
Seseorang menjadi sembuh dan mendapatkan apa yang dia minta berkat iman. Orang berdoa karena percaya bahwa Allah mendengarkan doanya.
Orang bisa berdoa untuk ujudnya sendiri. Tetapi, kita juga bisa berdoa untuk ujud orang lain, entah orang itu percaya atau pun ia tidak percaya
Perikop Injil Mrk 2: 1-12 melukiskan penyembuhan seorang yang sakit lumpuh berkat iman orang lain.
Ketika Yesus sedang mengajar di sebuah rumah banyak sekali orang mengerumi-Nya untuk mendengarkan pengajaranNya.
Ada empat orang yang prihatin dengan nasib seorang yang sakit sampai menjadi lumpuh. Mereka berusaha membawaNya kepada Yesus.
Mereka sungguh berjuang sampai membuka atap persis di atas Yesus dan menurunkan si lumpuh di depanNya.
Melihat iman orang-orang yang membawa si lumpuh kepadaNya Yesus menyembuhkannya.
Yesus berkata,"Kepadamu Kukatakan. Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu",(Mrk 2: 11).
Orang lumpuh menjadi sembuh bukan karena imannya, melainkan karena iman orang lain, khususnya keempat orang itu.
Sebagai pengikut Yesus kita mesti sadar bahwa iman kita punya nilai sosial. Iman kita bisa berguna untuk kita sendiri dan bisa juga berguna bagi orang lain.
Kita mendoakan ujud-ujud kita. Kita juga.bisa mendoakan ujud kita sendiri. Kita.berdoa untuk kepentingan kita.
Kita juga bisa berdoa untuk kepentingan orang lain, kendati pun orang itu tidak beriman.
Iman menjadi jalan yang menghantar kita kepada Tuhan. Karena iman kita bersatu dengan Tuhan. Karena iman kita bisa menolong orang lain.
Karena itu, belajar dari keempat orang yang menghantar si lumpuh kepada Yesus agar disembuhkan, kita juga tidak boleh ragu-ragu berdoa untuk kesembuhan orang -orang sakit atau untuk kepentingan orang lain.
Tuhan mendengarkan doa orang yang datang kepadaNya dan mohonkan sesuatu dengan penuh iman.
Doa orang beriman sungguh berkenan kepada Tuhan. Doa orang yang berserah kepada Tuhan berguna untuk kita dan untuk orang lain.
Semoga Tuhan memberkati kita dan senantiasa mendengarkan doa kita.
Kewapante, 16 Januari 2026. ***