Orang yang Rendah Hati Mendapatkan Belas Kasihan

Jumat, 06 Maret 2026 22:39 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

goris nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)
Pesan Inspiratif
 

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Orang yang tidak malu mengaku diri bersalah dan bersedia menanggung akibatnya mendapatkan belas kasihan dan pengampunan. Itulah buah kerendahan hati.

Santo Agustinus .mengemukakan tiga syarat untuk mengakui kesalahan dan memperoleh belas kasihan adalah pertama, kerendahan hati. Kedua, kerendahan hati. Dan, ketiga, kerendahan hati.

Artinya, satu-satunya jalan .dan syarat agar seseorang bisa mengakui diri bersalah dan mendapatkan belas kasihan adalah bersikap rendah hati.  

Perikop Injil Luk 15:1-3.11-32 menampilkan dua kelompok orang yang sangat bertolakbelakang sikap, prinsip dan pandangan hidup.

Kelompok pertama adalah orang-orang berdosa dan pemungut cukai. Kelompok kedua adalah orang-orang Farisi dan para ahli Taurat.

Kelompok pertama umumnya dianggap rendah, dijauhkan dari pergaulan sehari-hari dan tidak diperbolehkan mengambil bagian dalam ibadah di Kenisah.

Kelompok kedua selalu anggap diri suci, pemilik kebenaran, dan bersikap diskriminatif terhadap para pemungut cukai dan orang berdosa. Mereka dicap najis, kotor dan tidak mungkin mendapatkan belas kasihan.

Tetapi, kelompok pertama mendapat tempat istimewa di hati Yesus, selalu datang kepada Yesus, dan  mendengarkan pengajaranNya. Mereka juga makan bersama  dan berbagi hidup dengan Yesus.

Sebaliknya, kelompok kedua menolak Yesus dan pengajaranNya karena Yesus menerima orang-orang berdosa dan para ahli Taurat serta berbagi hidup dengan mereka.

Yesus menerima kelompok pertama karena mereka sangat terbuka, rendah hati dan bersedia dibaharui oleh Yesus. Mereka juga percaya kepada Yesus sehingga mereka selamat.

Sebaliknya, kelompok kedua menolak Yesus artinya mereka menolak rahmat keselamatan yang ditawarkan Yesus kepada siapa saja yang berkehendak baik dan percaya kepadaNya.

Mereka lebih percaya kepada diri sendiri, mengandalkan diri sendiri dan  tidak percaya kepada Tuhan. Mereka menutup diri terhadap rahmat keselamatan yang ditawarkan Yesus.

Sebagai pengikut Yesus kita belajar bersikap seperti para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Kita hendaknya dengan rendah hati mengakui kelemahan dan dosa.

Kita menyerahkan diri kepada Yesus dan berpasrah kepadaNya. Kita terbuka terhadap rahmat keselamatan yang  Allah tawarkan kepada kita melalui Yesus PuteraNya.

Sebab orang yang rendah hati dan berserah kepada Yesus akan selamat. Kita pun akan selamat apabila kita bersikap rendah hati dan berpasrah kepada Tuhan.

Kita mesti bersikap seperti anak bungsu yang dengan rendah hati sadari keadaan jauh dari rumah Bapa, sadari dosa dan putuskan untuk kembali dan mengakui dosanya.

Dan Bapak menerima kita kembali dengan penuh sukacita dan merayakan pesta bersama. Artinya, kita hidup bahagia dan selamat.

Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!

Kewapante, Sabtu, 07 Maret 2026. ***