Padre Marco SVD: 'Bangga Punya Saudara yang Berani Wartakan Perdamaian'

Jumat, 10 Desember 2021 16:46 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

MASAGA - Jang Cuma Tagal Hari Natal
MASAGA - Jang Cuma Tagal Hari Natal (www.youtube.com)

JAKARTA (Floresku.com) – Hari ini,  Jumat 10 Desember 2021, pada pukul 15. 54 WIB,  redaksi media ini menerima pesan WhatsApp (WA) dari Padre Marco SVD, staf Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama di Vatikan, Roma.

Melalui platform WAnya Padre Marco membagi link lagu ‘MASAGA - Jang Cuma Tagal Hari Natal’  (Terlampir).

Sebagai keterangan atas lagu tersebut, Padre Marco SVD menulis pesan sebagai berikut:

"Hanyut, terkesan, bangga, bersyukur punya saudarai/i yang tulus dan berani wartakan perdamaian.

Kita ini basodara, mereka benar. Beda itu wajar, tapi kita satu kemanusiaan, satu sejarah, satu nenek moyang, satu Tuhan, dan lain-lain.

“(Kita) berbeda bukan untuk bermusuhan tetapi saling melengkapi. Ibarat pelangi yang beda warna tetapi memancarkan satu keindahan.”

Itulah sebabnya Paus Fransiksus dan Imam Besar al-Azhar, Dr. Ahmad Al-Tayyib sepakat untuk menandatangani dan mengeluarkan Dokumen Abu Dhabi tanggal 4 Pebruari 2019 lalu dan sedang viral di seluruh dunia yang berjudul "Human Fraternity for World Peace and Living Together" (Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Kehidupan Bersama).

Pesan mendasar Dokumen itu, kalau diformulasi secara bebas dan lugas, adalah: berhenti melihat dan mempermasalahkan segala perbedaan kita.

Kita di sini dengan agama-agama masing-masing memiliki misi khusus yang diberikan oleh Tuhan sendiri. Bahwa kita harus lebih melihat persamaan-persamaan kita, baik dalam nilai-nilai, kebajikan-kebajikan, maupun sisi-sisi kemanusiaan kita dan bersatu untuk bekerjasama demi mengatasi berbagai masalah bersama agar kita semua hidup bahagia.

 Berhenti mencari kekuasaan dan kedudukan di dalam agama dan apalagi atas nama Tuhan hanya utk memuaskan hasrat-hasrat pribadi dan golongan, padahal manusia lain ditindas dan diperlakukan tidak adil. Tuhan tidak ingin kita menderita, apalagi karena perbedaan-persaudaraan kita. 

Mari membuka diri, membiarkan dijamah dan disapa oleh pesan Damai Natal.  Salam Damai Natal untuk kita semua. 

Dan bagi mereka yang bukan Kristiani tetapi membuka diri dan turut merayakan dengan cara mereka: Damai di Surga dan di bumi bagi orang yang berkenan kepadaNya. Damai sejahtera di hati dan budi kita semua, damailah semesta alam. 

Salam Padre Marco, SVD, Roma."  ****