rumah
Kamis, 27 Agustus 2026 07:47 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule SVD
Umumnya orang kurang sabar dan sulit bertahan menantikan sesuatu atau seseorang dalam waktu yang tidak pasti. Orang akan mudah mengalihkan perhatian pada acara dan kegiatan lain. Orang akan cepat bosan dan memulai sesuatu yang baru.
Perikop Injil Mat 24:42-51 melukiskan tentang panggilan untuk berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan. Janji itu pasti. Tuhan pasti akan datang.
Tetapi, kapan dan bagaimana Tuhan datang tidak pasti. Maka kita diajak untuk tetap setia, sabar dan tekun berjaga-jaga dalam penantian.
Setia dan tekun berjaga-jaga berarti kita tetap dan terus melaksanakan tugas sehari-hari dengan baik. Kita memanfaatkan masa penantian dan mengisinya dengan perbuatan-perbuatan baik dan berguna bagi banyak orang.
Setia.dan tekun berjaga-jaga menjadi bukti iman dan kepasrahan kepada Allah yang berjanji dan setia pada janjiNya. Setia dan tekun berjaga-jaga juga menjadi tanda cinta sejati kepada Allah, sesama dan diri sendir.
Kita yakin bahwa Allah yang telah mencipta kita karena cinta akan tetap setia menyertai, membimbing dan menyelenggarakan hidup kita sampai akhir.
Sebab orang yang tetap setia dan tekun berjaga-jaga sampai akhir akan disebut yang berbahagia. Ia akan mendapatkan imbalan yang setimpal.
Sebaliknya, orang yang tidak setia, kurang sabar, dan cepat putus asa lalu berlaku jahat terhadap orang lain akan mendapatkan hukuman pada waktunya.
Semoga kita belajar berjaga-jaga sambil bertekun melakukan perbuatan-perbuatan baik untuk memuji dan memuliakan Tuhan, serta melayani sesama.
Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 27 Agustus 2026