gereja
Rabu, 26 Agustus 2026 09:05 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Salah satu misi Gereja adalah memperhatikan orang-orang miskin dan terlantar, memberi makan kepada yang lapar, dan perawatan kepada orang sakit.
Dalam kehidupan sehari-hari kita jumpai banyak orang yang hidup miskin, lapar dan terlantar. Pemerintah, Gereja dan Lembaga Sosial Masyarakat atau orang tertentu telah melakukan banyak upaya untuk menolong mereka.
Santo Paulus juga menjumpai banyak orang miskin dan terlantar di Tesalonika. Tetapi, rupanya ada yang menjadi miskin karena tidak mau bekerja dan hanya bermalas-malasan saja.
Itulah sebabnya/Paulus mengingatkan mereka agar hidup dari usaha dan kerja sendiri, dan tidak menjadi beban bagi orang lain. Bahkan lebih keras lagi ia berkata, "Barang siapa tidak mau bekerja, janganlah ia makan", (2 Tes 3:6-10).
Bekerja bukan beban yang mesti dipikul. Bekerja adalah hak dan sekaligus kewajiban, tuntutan dan keharusan. Setiap orang wajib bekerja sesuai dengan kemampuan, taraf usia, kesehatan dan tanggung jawab masing-masing.
Hanya orang yang bekerja berhak mendapatkan rezeki sebagai buah usahanya, dan punya hak untuk makan. Sebaiknya, orang yang tidak mau bekerja sebetulnya tidak punya hak untuk makan.
Dalam kenyataan semua orang butuh dan tuntut makan. Maka orang yang tidak mau bekerja menjadi beban bagi orang lain.
Karena itu, sebagai pengikut Yesus kita hendaknya sadari tugas dan tanggung jawab terhadap hidup kita masing-masing. Kita mesti giat bekerja sehingga mendapatkan apa yang kita butuhkan untuk hidup.
Tetapi, ada orang yang tidak bisa bekerja lagi karena sakit berat atau sudah lanjut usia, serta menjadi korban perang dan bencana alam. Mereka mesti menjadi tanggung jawab keluarga, megara dan orang lain.
Kita pun dipanggil untuk menunjukkan perhatian penuh kasih dan kepedulian kepada mereka dengan memberi makan, pakaian, tempat tinggal yang nyaman, keamanan serta menjamin kesehatan mereka.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 26 Agustus 2026. ****