Orang Kaya
Jumat, 21 Agustus 2026 07:47 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule SVD
Selamat pagi dan selamat memasuki hari baru ini dengan penuh syukur dan sukacita.
Kita alami dan saksikan melalui media sosial kenyataan buram hidup sehari-hari. Dunia penuh dengan perselisihan, percekcokan, permusuhan dan perang. Terjadi juga lomba kekuatan senjata dan bom yang membinasakan segalanya.
Senjata ajaib untuk mengatasi semua kebencian, persaingan tidak sehat dan egoisme yang telah merusakkan hubungan antar manusia dan alam ciptaan adalah kasih.
Yesus berkata, "Kasihilahasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan segenap akal budimu.......... Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", (Mat 22:34-40).
Inilah dasar dan jiwa dari seluruh pewartaan, hidup dan karya Yesus. Ajaran ini pun mesti menjadi dasar dan jiwa dari hidup dan karya kita, para pengikut Yesus.
Mengasihi Allah dan sesama bukan sekedar sekedar suatu ajakan melainkan perintah atau imperatif.
Tanpa kasih yang sejati, semua yang kita lakukan, baik dalam ranah rohani atau ibadah, maupun dalam hubungan dengan orang lain, tidak banyak makna dan hampa. Semuanya menjadi sebuah pertunjukan untuk menarik perhatian dan mencari pujian atau apresiasi..
Mengasihi Allah berarti mentaati perintah-perintah Allah dan hidup menurut kehendakNya. Kita ungkapkan kasih itu melalui doa dan ibadah. Kita tidak menyakiti hati Allah melalui cara hidup yang tidak berkenan.
Kita dituntut untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Artinya kita berusaha membangun relasi yang positif, membangun, menguntungkan dan meneguhkan orang lain.
Mengasihi sesama berarti kita mau supaya orang lain bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik, mengusahakan tercapainya rencana dan cita-cita, tanpa hambatan dan gangguan apa pun.
Mengasihi sesama juga berarti kita rela memahami kelemahan dan kerapuhan, serta mau mengampuni atau memaafkan kekhilafan dan kesalahan mereka.
Kita juga mesti berjuang untuk mengasihi musuh atau orang yang melukai hati dan merugikan kita. Kita bukan hanya maafkan dia, tetapi doakannya. Inilah ungkapan kasih yang paling sulit.
Kita terus-menerus berdoa dan berusaha untuk mewujudkan kasih yang sejati kepada Allah dan sesama.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 21 Agustus 2026