Yesus
Senin, 20 April 2026 06:05 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh: Pater Gregor Nule SVD
SEORANG berusaha membangun relasi dengan orang lain karena ingin mempunyai teman, atau karena mengharapkan dukungan dan bantuan atau untuk membangun jaringan sosial dan kerja sama.
Demikian pun seseorang mencari Tuhan terdorong oleh aneka alasan dan motivasi. Ada orang yang mencari Tuhan ketika ia butuhkan perlindungan dan berkatNya saat sakit, atau alami kegagalan dalam usaha dan kerja atau di tengah badai dan bencana.
Tipe orang seperti ini hanya membutuhkan Tuhan dan berkatNya pada saat-saat khusus, atau ketika ingin mendapatkan sesuatu untuk kepentingannya. Ketika ia telah dapatkan atau tidak mendapatkannya mungkin ia akan berhenti mencari Tuhan.
Tetapi, ada orang yang mencari Tuhan termotivasi oleh kerinduan untuk terus bersatu dengan Allah karena tanpa Allah ia merasa tidak berdaya apa pun. Orang seperti ini akan terus-menerus mencari Tuhan dalam hidupnya.
Dalam perikop Injil Yoh 6:22-29 Yesus menegur orang-orang Yahudi yang mencariNya bukan karena mereka telah melihat tanda-tanda dan percaya kepadaNya, tetapi karena mereka telah makan roti sampai kenyang dan bahkan berlebihan.
Yesus ingatkan agar mereka bekerja bukan hanya untuk urusan makan dan minum atau urusan perut melainkan untuk mendapatkan jaminan hidup yang kekal dianugerahkan oleh Anak Manusia, yakni Yesus sendiri.
Kita dipanggil untuk membangun iman yang benar. Kita datang kepada Tuhan bukan semata-mata termotivasi oleh keinginan untuk mendapatkan berkat atau memenuhi kebutuhan tertentu.
Kita datang kepada Tuhan karena kita adalah ciptaan yang selalu bergantung pada penyelenggaraanNya. Tampa Tuhan kita tidak mampu berbuat lebih daripada yang kita harapkan.
Kita juga datang kepada Tuhan untuk bersyukur kepadaNya atas kasih dan belas kasihanNya yang tak terbatas kepada kita. Ketika kita bersyukur maka kita mengakui bahwa tanpa Tuhan kita bukanlah apa-apa.
Karena itu, kita hendaknya melaksanakan pekerjaan yang dikehendaki Allah yaitu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah, Yesus sendiri (Bdk Yoh 6:29).
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 20 April 2026. ***