Manusia
Rabu, 02 September 2026 17:13 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Orang-orang Kapernaum membuka pintu rumah dan hati mereka bagi Yesus. Mereka percaya kepada Yesus. Maka mereka menerima banyak berkat Tuhan.
Semua orang sakit yang dibawa kepada Yesus menerima kesembuhan, termasuk orang yang kerasukan setan. Karena itu, mereka ingin agar Yesus tetap tinggal di wilayah mereka.
Mereka tidak ingin kalau Yesus pergi ke tempat lain dan melayani orang lain. Padahal di tempat lain juga orang membutuhkan perhatian dan uluran tangan Yesus.
Orang Kapernaum sungguh ingat diri sendiri. Mereka merasa bahwa urusan dan kebutuhan mereka lebih penting dari pada urusan dan kepentingan orang lain. Inilah pikiran semata-mata duniawi.
Yesus menolak keinginan ekslusif mereka. Dia berkata,"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus", (Luk 4:43).
Yesus ajak orang Kapernaum dan kita untuk masuk dalam pikiran dan rencana Allah. Yesus diutus untuk menyelamatkan semua orang. Sedangkan manusia banyak kali hanya memikirkan dan mengutamakan kepentingannya sendiri.
Allah merencanakan keselamatan seluruh umat manusia. Sebaliknya, manusia umumnya utamakan kebaikan diri, keluarga dan kelompok sendiri.
Semoga Yesus membuka mata dan hati kita untuk selaraskan pikiran dan rencana kita dengan pikiran, rencana dan kehendak Allah.
Kewapante, 02 September 2026