Pesan Inspiratif: Yesus Mati Dibunuh Oleh Karena Kebencian

Jumat, 27 Maret 2026 23:15 WIB

Penulis:redaksi

gregor.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Orang-orang yang baik dan benar, orang yang berusaha berbuat baik kepada banyak orang, tidak selalu disenangi dan disambut baik semua orang. Ada juga orang yang menolaknya.

Mereka yang menolak orang yang baik dsn benar tentu memiliki alasannya. Tetapi, mungkin alasan yang paling utama adalah iri hati dan kebencian. Orang baik dan benar sering punya musuh-musuhnya.

Perikop Injil Yoh 11:45-56 melukiskan tentang lanjutan cerita Yesus membangkitkan Lazarus. Banyak orang mengagumi kedekatan Yesus dengan Lazarus dan saudari-saudarinya.

Tetapi, mereka terutama mengagumi dan percaya kepada Yesus karena kuasaNYa untuk  membangkitkan Lazarus yang sudah empat hari meninggal dunia.

Mereka percaya kepada Yesus bukan hanya sebagai Rabi atau Guru yang luar biasa, melainkan terutama sebagai Mesias.  

Tetapi, orang-orang Farisi, ahli Taurat dan para pemimpin Agama Yahudi punya pendapat yang berbeda. Mereka justeru berusaha membunuh Yesus. Alasannya karena Yesus melakukan banyak mukjizat dan banyak orang percaya kepadaNya.

Mereka ingin membunuh Yesus karena iri hati dan kebencian. Mereka ingin agar Yesus segera hilang dari atas muka bumi.

Dan, mereka berharap ketika Yesus telah tiada maka mereka akan melanjutkan hidup dan karya mereka dengan aman dan tenang. Mereka tidak perlu diganggu dengan ajaran dan mukjizat-mukjizat Yesus.

Yesus akhirnya dijatuhi hukuman mati. Dan Dia mati di salib. Tetapi, di luar dugaan orang-orang Farisi, ahli Taurat dan para pemimpin agama Yahudi, Yesus bangkit dari alam maut. Yesus adalah Mesias yang dinantikan.

Meski demikian, mereka tetap saja  membenci dan menolak Yesus. Mereka tetap saja tidak percaya kepada Yesus.

Sebagai pengikut Yesus kita belajar untuk selalu tahu bersyukur.  Kita menjauhkan sikap iri hati, cemburu dan benci.

Sebab sikap cemburu, iri hati dan benci bisa menghantar kita kepada sikap dan tindakan jahat. Kita bisa menginginkan sesuatu yang jahat , dan .bahkan membunuh orang lain.

Ketika kita memelihara hati dan berusaha mengembangkan hal-hal baik dan positif, maka tidak mungkin berniat jahat, membenci apalagi bertindak jahat terhadap orang lain.

Lebih lagi, apabila kita beriman kepada Tuhan serta mencintai Allah dan sesama maka kita selalu berusaha berbuat baik dan luhur.

Semoga Tuhan memberkati kita selalu!

Kewapante, 28 Maret 2026. ***