Tuhan
Selasa, 30 Juni 2026 07:31 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule SVD
Hidup manusia tidak pernah bebas dari pelbagai badai dan gelombang. Mungkin karena hidup kita terus dinamis dan berjalan. Dan hal ini natural.
Sikap yang paling utama adalah sadar, siap selalu serta tenang mengahadapi dan menjalani badai hidup apa pun. Dengan demikian kita tidak gentar atau pun takut.
Perikop Injil Mat 8: 23-27 melukiskan tentang Yesus dan para muridNya menyeberangi danau. Saat Yesus sedang tidur nyenyak badai menggoncangkan perahu mereka. Para murid sangat takut.
Mereka membangunkan Yesus, "Tuhan, tolonglah, kita binasa", (Mat 8:25). Melihat kecemasan dan ketakutan luar biasa yang menimpa mereka Yesus menggugat ketidakpercayaan mereka.
Yesus menegur mereka dan berkata," Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya!", (Mat 8:26).
Lalu Yesus menghardik angin dan danau sehingga menjadi teduh sekali. Dan para murid pun kembali merasakan ketenangan dan kedamaian.
Melalui peristiwa ini Yesus tidak saja mau menunjukkan kuasaNya atas alam dan badai apa pun. Yesus juga menarik perhatian para murid agar selalu menaruh kepercayaan dan harapan kepadaNya.
Para murid mulai lebih mengenal dan mengimani Yesus sebagai Tuhan, dan bukan sekedar sebagai Guru yang mengajar dengan penuh wibawa. Itulah sebabnya Yesus menegur mereka karena bimbang dan kurang percaya.
Sebagai pengikut Yesus kita hendaknya sadar bahwa kita tidak pernah bebas dari badai apa pun. Mungkin karena kegagalan dalam usaha dan kerja, konflik yang sulit terselesaikan, sakit yang berkepanjangan, masalah politik, ekonomi, dan lain-lain.
Masalah apa pun sering menggoncangkan. Tetapi, kita mesti tenang menghadapi dan menjalani semuanya. Ketika berada dalam keadaan tenang maka kita bisa berpikir jernih untuk mencari solusi.
Lebih lagi kita mesti tetap percaya kepada Tuhan sebab Tuhan tidak pernah membiarkan kita binasa, asalkan kita selalu datang kepadaNya.
Dan, orang yang selalu percaya dan berharap kepada Tuhan akan tetap mengalami ketenangan dan kedamaian kendatipun menghadapi pelbagai badai dan ancaman hidup.
Mari kita menaruh kepercayaan penuh pada Allah. Sebab Allah bukan hanya berkuasa atas alam, tetapi Allah justeru menjamin ketenangan dan kedamaian yang sejati.
Dan hanya percaya dan bersatu dengan Allah maka tidak ada kuasa apa pun yang dapat membinasakan kita. Kita pasti aman, damai dan selamat.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 30 Juni 2026. ***