Buku
Minggu, 30 November 2025 10:02 WIB
Penulis:redaksi

ISTAMBUL (Floresku.com) - Kunjungan Paus Leo IXV ke Masjid Biru, Sabtu (29/11) pagi, membuka mata masyarakat internasional akan pesona Kota Istambul.
Selain mengandung dimensi spirutual, kunjungan tersebut menyingkap dimensi sejarah dan budaya Turki yang amat kaya.
Betapa tidak, di tengah pesona Istanbul yang memadukan budaya Timur dan Barat, berdirilah sebuah mahakarya arsitektur yang tak pernah gagal memikat wisatawan dari seluruh dunia: Masjid Sultan Ahmed, lebih dikenal sebagai Blue Mosque.
Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga jantung sejarah dan simbol kejayaan Kesultanan Utsmaniyah yang hingga kini menjadi kebanggaan Turki.
Turki memang memiliki sejuta daya tarik. Dari lanskap Cappadocia yang eksotis hingga gemerlap selat Bosporus, negeri dua benua ini selalu memanggil para pelancong.
Namun, Blue Mosque menempati posisi istimewa sebagai salah satu destinasi yang paling dicari wisatawan mancanegara. Keindahan interiornya yang memesona dan nilai sejarahnya yang panjang menciptakan pengalaman wisata rohani yang tak terlupakan.
Jejak Sejarah: Dari Sultan Ahmed hingga Kejayaan Arsitektur Ottoman
Masjid ini dibangun antara tahun 1609–1616 atas perintah Sultan Ahmed I, seorang penguasa muda yang berambisi menandingi kemegahan Hagia Sophia—bekas gereja Bizantium yang berdiri megah di seberangnya.
Untuk mewujudkan mimpinya, Sultan menunjuk arsitek terkemuka Sedefkar Mehmet Ağa, murid langsung dari maestro arsitektur Ottoman, Mimar Sinan.
Menurut kisah populer, Sultan Ahmed menginginkan menara emas (altın). Sang arsitek salah menafsirkan sebagai altı—enam. Hasilnya? Blue Mosque menjadi satu-satunya masjid besar pada zamannya yang memiliki enam menara, sebuah desain yang sempat menuai kritik karena jumlahnya menyamai Masjidil Haram di Makkah.
Sebagai bentuk penghormatan, Sultan Ahmed akhirnya mendanai pembangunan menara ketujuh di Masjidil Haram.
Struktur masjid yang berbentuk mendekati kubus berukuran 53 x 51 meter ini memakan waktu tujuh tahun untuk diselesaikan. Sultan Ahmed I wafat pada usia muda, 27 tahun, hanya setahun setelah masjid rampung, dan beliau dimakamkan di kompleks masjid bersama keluarga.
Keindahan Arsitektur: Permadani Keramik Iznik dan Kubah Menjulang
Saat wisatawan melangkah ke dalam Blue Mosque, pemandangan pertama yang memukau adalah ribuan keramik Iznik berwarna biru, hijau, ungu, dan putih yang menghiasi dinding-dinding dan pilar masjid.
Lebih dari 20.000 keping keramik berpola bunga-bungaan dan tumbuhan bersulur membuat ruangan tampak berpendar lembut saat cahaya matahari menerobos dari 260 jendela kaca patri.
Kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an menghiasi berbagai sudut, sebagian besar dikerjakan oleh seniman besar Seyyid Kasim Gubari. Mihrabnya dipahat dari marmer dengan ornamen stalaktit yang elegan, sementara lampu gantung (chandeliers) pada masa lalu diberi telur burung unta untuk mencegah sarang laba-laba—sebuah sentuhan cerdik khas Ottoman.
Dari luar, kubah utama berdiameter 23,5 meter dan setinggi 43 meter menjulang anggun, dikelilingi kubah-kubah pendamping dan enam menara ramping yang mendominasi cakrawala Istanbul.
Dari laut atau dari Hippodrome yang berada di dekatnya, Blue Mosque tampak seperti lukisan hidup yang memadukan kekuatan dan ketenangan.
Aktivitas Wisata: Antara Ibadah dan Kekaguman
Hingga kini, Blue Mosque tetap digunakan sebagai masjid aktif. Pada hari raya atau salat Jumat, kompleks ini dapat menampung hingga 10.000 jemaah. Wisatawan non-Muslim tetap dapat berkunjung di luar jam salat, dengan pintu masuk khusus dari sisi utara.
Untuk menjaga kesakralan masjid, pengunjung diminta berpakaian sopan; wanita diwajibkan mengenakan kerudung, dan alas kaki harus dilepas sebelum masuk.
Pemandangan umat Islam yang sedang berdoa memberi kedalaman spiritual tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kehidupan religius masyarakat Turki.
Undangan Wisata: Jelajahi Salah Satu Mahakarya Dunia
Blue Mosque bukan sekadar bangunan; ia adalah perjalanan waktu yang mengajak Anda menyelami sejarah Kesultanan Utsmaniyah, memahami seni arsitektur Islam, dan menikmati panorama Istanbul yang memesona.
Segera rencanakan liburan Anda bersama keluarga atau sahabat untuk menyaksikan langsung keagungan Masjid Biru.
Biarkan setiap kubah, setiap ubin, dan setiap cahaya yang jatuh di lantai marmernya mengisahkan cerita tentang kejayaan masa silam. Turki menunggu Anda dengan segala keindahannya—dan Masjid Biru adalah permata pertama yang wajib Anda sambangi. (Leonny: Sumber: througheternity.com). ***