SENDAL SERIBU, Kamis, 22 Desember 2022: Bersama Maria Kita Menyanyikan Kidung Pujian bagi Allah!

Kamis, 22 Desember 2022 08:30 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

ryano tagung.JPG
RD Ryano Tagung (Dokpri)

SAPA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU:Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru

1Sam. 1:24-28; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Luk. 1:46-56
[Thn. V-SS/350/12/2022]
Reverendus Dominus {RD}, Riano Tagung

Marilah kita berdoa:  YESUS, TERIMA KASIH atas rahmat dan cintaMu yang senantiasa mengalir di dalam hidupku. Tak kau pandang rupa dan hinanya diriku, KAU telah jatuh cinta padaku dan selalu memperhatikan aku hambaMu yang paling hina ini. Beri aku rahmatMu agar aku selalu mengimani setiap karya agungMu di dalam hidupku yang berkenan mencintai dan mengasihi aku hambaMu yang hina ini, kini dan sepanjang masa, Amin.
Injil Luk. 1:46-56
Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, "Jiwaku memuliakan Tuhan,dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. 

Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. 

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya. *

BERSAMA MARIA, KITA MENYANYIKAN KIDUNG PUJIAN BAGI ALLAH!
Rev. D. Ryano Tagung

“Biarlah mulut ini selalu penuh dengan puji-pujian, oleh sebab agunglah karya tanganMu dan belimpahlah kasih karuniaMu bagi hidup kami?
Hidup ini adalah sebuah nyanyian pujan bagi Allah, sebab Allah telah memperhatikan kerendahan hati hambaNya.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Salah satu cara orang mengungkapkan kebahagiaan adalah dengan nyanyian. Nyanyian yang dinyanyikan adalah sebuah ungkapan sekaligus gambaran hati yang nyata. Apa yang menjadi isi dari hati seseorang, akan menjadi nyata dalam sebuah nyanyian.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Bacaan suci pada hari ini, mengajak kita untuk bersukacita. Lepaskan segala gunda gulana, mari buka mata hati kita untuk melihat dan merasakan karya agung Allah yang nyata dalam hidup kita. 

Hari ini kita mendengarkan sebuah nyanyian hati dari seorang Maria. Sebuah nyanyian yang lahir dari jiwa yang penuh dengan kasih karunia Allah, dari sebuah hati yang telah menjadi milik Allah sepenuhnya. Inilah magnificat, sebuah nyanyian yang sungguh agung karena Allah tidak pernah ingkar akan janjiNya, Allah selalu memperhatikan kerendahan hati hambaNya. 

Dengarkan madah ini dengan hati kita saat ini. Biarlah madah ini bergema dalam hati kita dan biarkanlah mulut kita memadahkannya karena kita sungguh telah merasakan lawatan kasih Allah yang memenuhi seluruh hidup kita.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Sesungguhnya tidak ada alasan yang bisa kita berikan untuk tidak bersukacita  dalam hidup ini, apalagi dalam moment di mana kita akan merayakan Natal ini. 

JIKA kita sungguh menyadari bahwa hidup kita ini adalah sebuah madah pujian bagi Allah, maka kita akan selalu bersyukur kepadaNya, baik atau tidak baiknya waktu dalam hidup kita ini. 

Sebuah madah pujian akan mengalir dari dalam hidup kita bila kita sungguh merasakan dan mengalami pengalaman akan Allah. karena itu dibutuhkan keterarahan dalam hidup untuk selalu mengarahkan pandangan kita pada kehendak dan rencana Allah. 

Sebagaimana Maria, dia telah mengalami bagaimana kasih karunia Allah sungguh memenuhi dirinya dan membuatnya berbahagia di antara semua wanita sehingga hanya kehendak Allah saja yang sekarang Maria ingin lakukan.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Nyanyian Maria adalah sebuah nyanyian kehidupan. Kita pun harus mengidungkannya sebab kita telah melewati sejuta tapak pergulatan dan menorehkan aneka pengalaman dalam hidup kita ini. Semuanya itu, telah kita lewati berkat kasih karunia Allah yang selalu tercurah dalam hidup kita.  

Bawalah keluarga dan komunitas kita saat ini, dan mengidungkan bersama-sama Magnificat ini, sebab Allah telah melimpahkan berkatNya ke dalam keluarga dan komunitas kita. Hanya dengan mensyukuri apa yang telah kita terima hari ini, kita menjadikan diri kita bahagia. 

Dan Bahagia itu adalah anugerah dari Allah karena Dia sangat mengasihi kita.

Bersama Maria, jangan lupa bersyukur. 
Bersama Maria, jiwa dan hati kita memadahkan pujian kepada Allah.
Bersama Maria, kita bahagia karena kita belajar untuk menjadi HAMBA TUHAN. ***