SENDAL SERIBU, Minggu, 07 November 2021: Cinta, Bukan Tentang Sebagian Tapi Tentang Seluruhnya

Minggu, 07 November 2021 11:13 WIB

Penulis:redaksi

Ilustrai Injil Markus 21:38-44
Ilustrai Injil Markus 21:38-44 (www.katollikku.com)

RUTENG (Floresku.com) - Pada hari ini,  Minggu, 07 November 2021, RD Ryano Tagung, Pastor Rekan Paroki Santu Klaus Kuwu, Keuskupan Ruteng kembali menawarkan 'SENDAL SERIBU: Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru.

RD  Ryano Tagung  mengemas permenungan SENDAl SERIBU kali ini berdasarkan bacaan Inji Markus 21:38-44.

Untuk SENDAL SERIBU hari ini RD Ryano Tagung memberi tajuk: Cinta, Bukan Tentang Sebagian Tapi Tentang Seluruhnya. 

Marilah kita berdoa:  Ya Allah, Engkau tidak melihat besarnya jumlah, tetapi ketulusan kami dalam mempersembahkan diri dan milik kami kepadaMu. Anugerahilah kami kerelaan untuk berbagi satu sama lain atas segala sesuatu yang Kauanugerahkan kepada kami. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa, Amin.
BacaanInji Markus 21:38-44.
Pada suatu hari Yesus dalam pengajaran-Nya berkata, "Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat. Mereka suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. 

Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang. 

Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Pada kali lain sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 

Lalu datanglah seorang janda yang miskin. Ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya: semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." 
 

RD Ryano Tagung

Renungan: CINTA: BUKAN TENTANG SEBAGIAN TAPI TENTANG SELURUHNYA 
DIA tidak meminta lebih dari keterbatasanku.
DIA tidak pernah menuntut dari ketidakmampuanku
DIA hanya minta sebuah HATI yang dihiasi oleh kasih yang tulus, 
YANG memberi dari kekurangan dan keterbatasan.
Agar menjadi sebuah persembahan HATI. 
DIA hanya meminta sebuah CINTA yang tulus.

Sahabat SENDAL SERIBU  yang terkasih,
BERNYANYI LAGU tentang CINTA atau berbicara tentang CINTA atau BERPUISI tentang cinta dapat menyentuh hati, mungkin bisa menembus sukma. Tetapi, semuanya itu akan melesap seperti embun pagi yang hilang begitu saja ketika sinar mentari mulai menyengat, apabila CINTA hanya berhenti pada nyanyian, pada pembicaraan dan pada sebuah bait puisi saja. 

Kekuatan lagu Cinta, kata yang hidup tentang cinta dan puisi yang bernyawa tentang cinta akan terbukti bila diwujudnyatakan dalam hidup harian kita. Perbuatan kitalah yang akan menjadikan CINTA itu sungguh besar nilainya dan sungguh layak dan pantas untuk dihargai. 
Demikian pula, iman kepada YESUS, cinta kepada YESUS harus dibuktikan. Tidak cukup, bibir mengucapkan saya cinta YESUS. Tidak cukup kita mengakui dengan bibir, aku mengimani YESUS dan sungguh mengasihiNYA. Semuanya itu butuh pembuktian.

Sahabat SENDAL SERIBU  yang terkasih,
HARI ini kita memasuki MINGGU BIASA XXXII. Bacaan suci pada hari ini berbicara sedikit banyak tentang cinta yang memberi sampai habis. Maka Yesus memanggil para murid-Nya dan berkata kepada mereka, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya: semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Cinta bukan cerita tentang berbagi. Bukan pula kisah tentang sebagian. Bila dihati sudah ada cinta, maka selalu ada sebuah pemberian diri yang total dan utuh. 
Kisah janda miskin ini, yang memberikan seluruh miliknya bagi ALLAH, seluruh nafkahnya bagi ALLAH memberikan kepada kita sebuah pengajaran tentang CINTA yang sesungguhnya, yaitu mencintai ALLAH dengan sepenuh hati. Mencintai ALLAH secara penuh.

Sahabat SENDAL SERIBU  yang terkasih,
Apapun pilihan dan panggilan hidup kita saat ini, harus ada cinta yang tulus. Cinta yang memberi sampai tuntas. Dalam mencintai pasangan hidup kita kita, bagi yang hidup berkelaurga, harus ada cinta yang sepenuh hati dan tulus bagi pasangan masing-masing. 

Demikian juga, bagi yang hidup selibat, hidup membiara, hidup dalam rahmat tahbisan, mencintai ALLAH tidak bisa dengan setengah hati. Kita harus mengasihi ALLAH dengan sepenuh hati. kita harus mengasihi sesama atau pasangan kita melebihi diri sendiri.

Mari kita berikan yang terbaik di dalam hidup kita bagi ALLAH seturut pilihan dan panggilan kita masing-masing. ALLAh yang sungguh hidup dalam pasangan kita. ALLAH yang sungguh hidup dalam diri umat yang dilayani. Memberikan cinta yang tulus, tanpa pamrih dan sejati.

KASIH menutup pintu bagi kesombongan. KASIH akan mengajari kita bagaimana memberi yang kecil dengan CINTA YANG LUAR BIASA, tanpa harus menunggu berkelimpahan harta untuk berbagai tetapi indahnya berbagi mulai dari hal-hal kecil dan sederhana yang kita miliki saat ini. Hidup kita hanyalah dua peser yaitu satu duit, kecil dan tak berarti di mata manusia tetapi sungguh berarti dan berharga di mata ALLAH. Serahkan itu semua bagi KEMULIAAN ALLAH untuk jadi PERSEMBAHAN HATI KITA.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI  
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei 
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH!
=1 Kor 15:10=
Renungan SENDAL SERIBU, sejak 10 Mei 2017
Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita.***