SENDAL SERIBU, Sabtu, 12 Maret 2022: Berdoa adalah Caraku Mencintai Musuhku

Sabtu, 12 Maret 2022 10:40 WIB

Penulis:redaksi

matius.JPG
Ilustrasi Matius 5: 43-48 (www.katolikku.com)

SAPA PAGI DARI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENDAL SERIBU
Setetes Embun Sabda Allah Selalu Memberi Inspirasi Baru

SABTU, 12 MARET 2022
HARI BIASA, PRAPASKAH I
Ul 26:16-19 & Mat 5: 43-48 
[Thn. VI-SS/71/3/2022]
Pastor Riano Tagung, Pr

Marilah kita berdoa:  
ALLAH BAPA MAHABAIK, terima kasih karena Engkau memperkenankan aku untuk menghirup udara kasihMU di hari yang baru ini. Hembusilah aku dengan ROH CINTA dan PENGAMPUNAN agar mampu untuk mengasihi dan mengampuni mereka yang telah memusuhi dan menearuh rasa benci kepadaku. 

Semoga embun kasihMu juga, Engkau teteskan kepada mereka yang sampai saat ini masih menaruh dendam dan rasa benci kepadaku, agar mekarlah KASIHMU dalam hati kami semua. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus PuteraMu, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa, Amin. 

Injil Matius 5: 43-48 
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat dan bagi orang yang baik pula, hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga orang yang tidak benar. 

Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? 

Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya."

Pastor Ryano Tagung, Pr

Renungan: BERDOA ADALAH CARAKU MENCINTAI MUSUHKU
Di dalam DOA kudapatkan diriku yang berdosa dan hina ini dikasihi oleh ALLAH. Bukankah demikian pula yang harus kulakukan terhadap sesamaku yang telah menyakitiku?

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih, 
Kalau ada cinta tentu tidak ada musuh. Kalau ada KASIH tentu tidak ada kebencian. Tetapi, kenyataannya adalah musuh dan rasa benci itu ada. Itu terjadi karena kita kekurangan CINTA  dan KASIH di dalam hidup kita. Orang yang kekurangan cinta dan kasih cenderung cepat menaruh dendam, amarah dan benci. Berbeda dengan orang yang sungguh mengalami cinta kasih di dalam hidup setiap hari, akan lebih mudah mengampuni, memaaafkan dan mengasihi.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS,
Hari ini kita kembali mendengarkan kotbah YESUS di bukit. YESUS berkata Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga.  

Ada banyak rupa musuh dalam kehidupan kita setiap hari. Musuh itu bisa hadir dalam diri siapa saja pun termasuk bisa hadir dalam diri orang-orang terdekat kita.

Tetapi, yang pasti musuh itu hadir tatkala kasih dan cinta sudah hilang dalam dirinya. Kita bisa menjadi musuh bagi orang lain tatkala kita kehilangan KASIH dan MELUPAKAN DOA. Karena itu, YESUS meminta untuk mengasihi dan berdoa. Dua hal ini sangat penting mengapa?

Karena DIMANA ADA KASIH, ALLAH HADIR DISANA. Maka ketika tidak ada KASIH, ketika kita tidak hidup di dalam KASIH, di dalam ALLAH, maka yangada, ialah kebencian, permusuhan, dendam, amarah. Mengapa kita harus berdoa?  

Di dalam DOA, kita mengalami bagaimana ALLAH mengasihi kita dan mengampuni segala salah dan dosa kita. Kita adalah pendosa yang dikasihi oleh ALLAH. Pengalaman akan kasih ALLAH didalam DOA inilah yang mesti kita wujudnyatakan dalam kehidupan kita sehari-hari yakni dengan mengasihi sesama kita termasuk di dalamnya adalah mereka yang menjadi musuh kita. 

Di dalam DOA, sejauh kita belum mengalami KASIH ALLAH, ALLAH yang mengasihi dan menerima kita apa adanya tanpa memerhitungkan dosa dan kesalahan kita, maka kita belum bisa mengasihi mereka yang telah melukai atau membenci kita.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Sejalan dengan kotbah YESUS di bukit pada hari ini, Paus Fransiskus pernah berkata  “Kalau mau sembuh dari luka, kita harus berani MENGASIHI yang telah melukai kita.”  Kita balut luka kita dengan KASIH. Taburi luka dengan cinta dan doa

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI  
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr

Omnia Sunt Gratia Caritate Dei 
SEMUA KARENA KASIH KARUNIA ALLAH!
=1 Kor 15:10=

Renungan SENDAL SERIBU, sejak 10 Mei 2017
Servire Dio Con Amore e Gioia
Melayani Allah dengan Cinta dan Sukacita.***