SEKOLAH
Rabu, 09 September 2026 20:01 WIB
Penulis:Redaksi
Editor:Redaksi

MAUMERE, FLORESKU.com – Seorang siswa kelas IX berinisial Y, yang tinggal di sebuah asrama sekolah swasta di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga menjadi korban pengeroyokan dan kekerasan yang dilakukan sejumlah rekan seasramanya.
Tak hanya dianiaya, korban juga diduga dipaksa mengonsumsi minuman beralkohol tradisional khas Flores, moke.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan keluarga korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sikka pada Rabu, 9 September 2026.
Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/131/IX/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NTT.
Korban dilaporkan mengalami sejumlah luka pada tubuh setelah kejadian yang berlangsung sehari sebelumnya.
Diajak ke Alfamart, Berujung di Belakang Kantor Bupati
Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 8 September 2026, sekitar pukul 15.30 WITA di kawasan belakang Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu, korban Y diajak sejumlah teman seasramanya yang diperkirakan berjumlah 10 orang untuk pergi ke Alfamart.
Rombongan tersebut terdiri dari sekitar enam siswa SMA dan empat siswa SMP yang masih berada dalam satu yayasan.
Setelah berbelanja, korban bersama rombongan kemudian berjalan menuju kawasan belakang Kantor Bupati Sikka.
Di lokasi tersebut, korban diduga diajak mengonsumsi moke.
Korban sempat menolak ajakan tersebut. Namun, menurut keterangan keluarga, salah seorang siswa berinisial NDM bersama teman-temannya diduga memaksa korban untuk minum.
Baca juga:
Karena berada dalam tekanan, korban akhirnya meminum moke sekitar dua seloki menggunakan gelas bekas air mineral.
Setelah mengonsumsi minuman tersebut, korban kemudian kehilangan kesadaran.
Dijemput dan Dibawa ke Asrama
Sekitar pukul 18.30 WITA, beberapa teman dari asrama menjemput korban dan membawanya kembali ke asrama.
Saat tiba di asrama, kondisi korban disebut masih belum sadarkan diri.
Korban baru sadar sekitar pukul 22.30 WITA.
Setelah sadar, korban kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya kepada pihak keluarga.
Keluarga yang kemudian memeriksa kondisi korban mengaku terkejut melihat sejumlah luka pada tubuhnya.
Beberapa luka yang ditemukan antara lain mulut berdarah dan mengalami luka, luka pada sejumlah bagian tubuh, luka yang diduga bekas puntung rokok pada kaki, luka lecet pada kaki serta lebam pada bagian punggung.
Kondisi tersebut kemudian mendorong keluarga membawa persoalan itu ke ranah hukum.
Keluarga Soroti Pendampingan Pihak Asrama
Pelapor berinisial AG, yang merupakan tante kandung korban, menyatakan tindakan yang diduga dilakukan oleh rekan-rekan korban telah menimbulkan kerugian fisik dan trauma bagi Y.
Keluarga juga menyayangkan sikap pengelola asrama yang dinilai belum memberikan pendampingan sebagaimana yang mereka harapkan.
"Kami harus jemput mereka di asrama untuk datang ke Polres," ujar AG saat ditemui di Kantor Polres Sikka.
Menurutnya, meskipun dugaan kekerasan tersebut terjadi di luar lingkungan asrama, keluarga telah menitipkan anak mereka kepada pengelola asrama.
"Kami sudah menitipkan anak kami di asrama. Kami sudah percaya penuh pihak asrama untuk mengawasi anak-anak kami, namun hasilnya seperti ini," katanya.
Sambil menunjukkan sejumlah luka yang dialami korban, AG berharap kasus tersebut segera mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.
"Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini, menelusuri semua pelaku, dan memberikan keadilan bagi korban," ujarnya.
Polisi Diminta Usut Seluruh Dugaan Kekerasan
Laporan keluarga kini berada dalam proses penanganan Polres Sikka.
Keluarga berharap penyidik tidak hanya mengungkap dugaan pengeroyokan, tetapi juga menelusuri dugaan pemaksaan korban mengonsumsi minuman beralkohol serta dugaan tindakan kekerasan lain yang menyebabkan korban mengalami luka.
Kasus ini masih berada pada tahap laporan dan penanganan kepolisian. Karena itu, seluruh pihak yang disebut dalam laporan tersebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan pembelaan sesuai proses hukum yang berlaku.
Floresku.com akan terus memantau perkembangan kasus tersebut, termasuk keterangan resmi dari pihak kepolisian, pengelola asrama, maupun pihak sekolah. (Silvia). ***