Sosialisasi Perdana KMP Beru Warnai Musrenbang Kelurahan

Minggu, 25 Januari 2026 09:33 WIB

Penulis:redaksi

WhatsApp Image 2026-01-25 at 9.10.12 AM.jpeg
Pengurus KMP Beru sedang melakukan sosialisasi kepada peserta Musrembang Keluruahan Beru. (Herry Fdz)

MAUMERE (Floresku.com) -  Pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Beru akhirnya  menggelar sosialisasi secara terbuka dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Beru, Kamis (22/1).

Ini merupakan sosialisasi perdana setelah koperasi tersebut mengantongi legalitas penuh sejak Juni 2025.

Momen ini menjadi penanda awal kehadiran KMP Beru secara terbuka di hadapan masyarakat, sekaligus menjawab berbagai pertanyaan publik terkait eksistensi koperasi yang selama ini dinilai belum terlihat aktivitasnya.

Lurah Beru, Tanaka Edoway, dalam forum Musrenbang memberikan ruang khusus kepada pengurus KMP Beru untuk melakukan sosialisasi langsung kepada peserta.

“Saya memberikan kesempatan kepada pengurus KMP Beru untuk menjelaskan kehadiran koperasi ini kepada masyarakat. Saya berharap seluruh elemen Kelurahan Beru wajib menjadi anggota, terutama LPM, RW, RT, Linmas, kader, dan staf kelurahan. Masyarakat juga memiliki hak yang sama,” tegas Tanaka.

Ketua KMP Beru, Andreas Herman Fernandez atau akrab disapa Herry Fernandez, menjelaskan bahwa koperasi ini telah resmi berdiri sejak 26 Juni 2025 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 295 serta Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0074801.AH.01.29 Tahun 2025.

Menurutnya, keterlambatan sosialisasi bukan karena kelalaian pengurus, melainkan akibat proses administrasi yang panjang, termasuk persoalan pembiayaan pengurusan akta yang harus melalui Pemerintah Daerah Sikka.

Baca juga:

“Kami sengaja menunggu hingga legalitas benar-benar jelas. Masyarakat Beru kritis dan cerdas, sehingga saat sosialisasi kami bisa langsung menunjukkan dasar hukum koperasi ini,” ujar Herry.

Ia menegaskan, Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program unggulan nasional pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat kelurahan dan desa.

Menurutnya, KMP tidak hadir tanpa tujuan. Tujuan pendirian Koperasi Desa Merah Putih antara lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi desa, membuka lapangan kerja, memotong rantai distribusi dan peran tengkulak, serta mengembangkan potensi dan produk lokal.

Manfaat yang diharapkan meliputi stabilitas harga kebutuhan pokok, harga yang lebih adil bagi petani dan UMKM, kemudahan akses permodalan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta tumbuhnya semangat gotong royong.

“Koperasi kuat, desa berdaulat, masyarakat sejahtera,” tegas Herry.

Herry mengatakan, selama menunggu legalitas, pengurus KMP Beru tetap aktif menggelar rapat internal, menyusun program kerja, serta mengikuti pelatihan koperasi di tingkat kabupaten. Seluruh proses tersebut juga selalu melibatkan Lurah Beru sebagai pengawas ex officio.

Dalam sosialisasi itu, Herry memaparkan bahwa KMP Beru memiliki tiga sektor utama usaha, yakni sembako, perdagangan, dan simpan pinjam. Ketiga sektor tersebut dijabarkan ke dalam 23 jenis usaha yang telah tercantum dalam akta pendirian dan disusun berdasarkan kajian kebutuhan riil masyarakat Kelurahan Beru.

Di akhir sosialisasi, Herry mengajak seluruh warga Kelurahan Beru yang berjumlah 1.004 kepala keluarga untuk segera bergabung sebagai anggota.

“Ini momentum kita bangkit bersama. Koperasi kuat, kelurahan berdaulat, masyarakat sejahtera,” pungkasnya, disambut aplaus peserta Musrenbang. (Herry Fdz)