Ternyata, Sinar Matahari Pagi adalah Obat Alami yang Mujarab

Minggu, 01 Februari 2026 14:00 WIB

Penulis:redaksi

Ilustrasi wanita berjemur di pagi hari.
Ilustrasi wanita berjemur di pagi hari. (freepik.com/jcomp)

JAKARTA (Floresku.com)– Saat ini, sebagian besar dari kita hampir tidak pernah menikmati sinar matahari pagi. Kita bergegas bangun dari tempat tidur, langsung meraih ponsel, melewatkan sarapan, lalu langsung berangkat ke sekolah atau tempat kerja.

Dilansir dari Times of India, bahkan jika kita keluar rumah, biasanya matahari sudah tinggi, atau kita sudah terlindungi oleh kacamata hitam dan tabir surya. Sinar matahari lembut yang pertama itu, jenis sinar yang dulu sering menyentuh wajah kita saat bermain di luar waktu kecil, kini nyaris tak pernah kita rasakan lagi.

“Dalam kehidupan digital dan serba cepat saat ini, kita semakin menjauh dari alam. Dulu, orang-orang terbiasa bangun bersama terbitnya matahari, namun sekarang bahkan berminggu-minggu bisa berlalu tanpa benar-benar melihat sinar matahari,” kata Dr. P. Venkata Krishnan, Konsultan Senior Penyakit Dalam di Artemis Hospitals.

“Banyak yang tidak menyadari bahwa sinar matahari berfungsi seperti obat alami. Hanya 20 hingga 30 menit berjemur di bawah matahari pagi sudah dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh dan pikiran. Sinar matahari pagi membantu memperkuat jantung dan pikiran dengan cara yang mungkin tidak pernah kita bayangkan,” sambungnya.

Sayangnya, hal ini jarang dibicarakan. Tidak ada kampanye tentang pentingnya sinar matahari pagi seperti halnya olahraga atau pola makan sehat. Banyak orang menganggap sinar matahari berbahaya karena dapat menyebabkan kulit menjadi gelap atau rusak, tanpa menyadari paparan ringan di pagi hari justru bermanfaat bagi kesehatan.

Kita menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan, bekerja di balik layar, berada di dalam mobil ber-AC. Kehidupan perkotaan, perjalanan pulang pergi setiap hari, dan lingkungan yang padat membuat kita semakin sulit keluar rumah pada pagi hari.

Ilustrasi wanita berjemur di pagi hari. (freepik.com/jannoon028)

Saat akhirnya kita terpapar matahari, sering kali sudah terlalu terik, dan orang-orang langsung menutupi tubuh mereka. Akibatnya, manfaat sinar matahari pagi yang lembut dan menenangkan pun terlewatkan.

Dr. P. Venkata Krishnan menjelaskan mengapa sinar matahari pagi merupakan obat alami terbaik. “Tubuh kita bekerja berdasarkan jam biologis alami yang dikenal ritme sirkadian. Ritme ini mengatur waktu tidur, bangun, dan bahkan hormon apa yang dilepaskan pada waktu yang berbeda dalam sehari. Ketika kita menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, jam biologis ini tetap seimbang dan sinkron.”

“Sinar matahari pagi mengirimkan sinyal ke reseptor di retina mata, memberi tahu tubuh bahwa hari telah dimulai. Pada saat itu, tubuh melepaskan hormon serotonin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, serotonin membantu meningkatkan energi, suasana hati yang positif, dan konsentrasi, sekaligus mengurangi stres dan kecemasan. Karena itulah, sinar matahari sering disebut sebagai antidepresan alami.

Seiring berjalannya hari menuju malam, serotonin secara bertahap berubah menjadi melatonin, hormon yang berperan penting dalam menciptakan tidur yang nyenyak dan berkualitas. Artinya, cukup mendapatkan sinar matahari di siang hari akan berdampak langsung pada kualitas tidur di malam hari.

Kurangnya paparan sinar matahari dapat menyebabkan gangguan yang disebut Seasonal Affective Disorder (SAD), yaitu salah satu bentuk depresi yang membuat penderitanya sering merasa lelah dan murung. Oleh karena itu, disarankan untuk meluangkan waktu setidaknya 15-20 menit setiap hari di bawah sinar matahari pagi.

Sinar Matahari Pagi dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Jantung

Kita semua tahu bahwa sinar matahari adalah sumber alami vitamin D, namun tidak semua menyadari bahwa vitamin D tidak hanya penting untuk kesehatan tulang, tetapi juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung.

Vitamin D membantu mengatur tekanan darah, menjaga arteri tetap fleksibel, dan mendukung kelancaran sirkulasi darah. Kombinasi manfaat ini dapat mengurangi beban kerja jantung dan meningkatkan fungsi sistem kardiovaskular secara keseluruhan.

Selain itu, paparan sinar matahari juga berperan dalam menurunkan kadar kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan stres. Jika kadar kortisol tetap tinggi dalam jangka waktu lama, risiko tekanan darah tinggi, peradangan, hingga serangan jantung atau stroke dapat meningkat.

Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari alami membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi ketegangan, dan menciptakan rasa rileks.

Jadi, kapan waktu terbaik untuk berjemur? Waktu terbaik untuk berjemur adalah antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi. Pada rentang waktu ini, sinar matahari masih lembut namun cukup efektif untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D. Cobalah untuk duduk santai atau berjalan di bawah sinar matahari selama sekitar 15-30 menit setiap hari.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 01 Feb 2026