listrik
Sabtu, 15 Agustus 2026 17:42 WIB
Penulis:Redaksi

MAUMERE, Floresku.com – Gempa bumi yang mengguncang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyisakan duka mendalam. Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyatakan bahwa hingga Sabtu sore, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 33 orang, sementara 23 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Melki saat meninjau situasi di Maumere, Kabupaten Sikka, pada Sabtu (15/8) sore.
"Itu hanya data sementara. Saat ini masih terus dilakukan pendataan," ujar Melki.
Ia merincikan, dari total 33 korban jiwa, sebarannya tercatat tiga orang di Kabupaten Sikka, satu orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan satu orang di Manggarai Barat.
Adapun korban luka-luka yang terdata sebanyak 23 orang, meliputi 6 orang di Kabupaten Sikka, 13 orang di Kabupaten Ende, serta 4 orang di Kabupaten Manggarai.
Baca juga:
“Kami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, juga kerusakan yang terjadi. Kami terus update perkembangannya,” tegas Melki.
Pemantauan Lapangan dan Penanganan Darurat
Gubernur NTT bergerak langsung bersama jajaran Forkopimda Provinsi NTT serta Pemerintah Kabupaten Sikka menuju sejumlah titik lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk memastikan proses evakuasi, penanganan medis para korban, pemenuhan logistik pengungsi, hingga pemulihan akses infrastruktur dapat berjalan cepat dan terpadu.
Dampak gempa tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas umum, memicu material longsor yang menutupi akses jalan raya, serta memutuskan jaringan listrik dan telekomunikasi di beberapa titik wilayah terdampak.
Melki memastikan bahwa seluruh potensi dan sumber daya pemerintah daerah, didukung penuh oleh unsur TNI dan Polri, akan dikerahkan secara optimal demi percepatan penanganan bencana ini.
Layanan dasar serta bantuan logistik diprioritaskan agar segera menyasar seluruh masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat berlangsung. (Silvia). **