UPP Bungku Perketat Pengawasan Kapal di Pelabuhan Morowali

Minggu, 05 April 2026 20:12 WIB

Penulis:redaksi

andi arwin.jpg
Perwira UPP Bungku, Andi Arwin Yunus (YN)

MOROWALI (Floresku.com) – Aktivitas maritim di Morowali kian meningkat seiring berkembangnya kawasan industri, terutama sektor pertambangan. 

Di tengah dinamika tersebut, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas 3 Bungku tampil sebagai garda terdepan dalam memastikan kelancaran dan keamanan lalu lintas kapal.

Tak hanya mengatur pergerakan kapal, UPP Bungku juga menjalankan fungsi pengawasan bongkar muat serta memastikan standar keselamatan dan kesehatan pelayaran tetap terpenuhi. Langkah ini penting untuk mencegah potensi gangguan, termasuk risiko penyebaran penyakit dari kapal yang beroperasi di wilayah pelabuhan.

Perwira UPP Bungku, Andi Arwin Yunus, menjelaskan bahwa sejak berdiri mandiri pada 2023, lembaganya kini mengelola tiga wilayah kerja, yakni Kaleroang, Wosu, dan Laroai. Sebelumnya, Bungku masih berada di bawah koordinasi UPP Kolonodale.

“Pengawasan kami mencakup seluruh aktivitas kapal, termasuk di Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (Terum). Saat ini ada 47 Tersus dan 6 Terum yang kami awasi,” ujarnya.

Baca juga:

Ia menambahkan, perbedaan utama keduanya terletak pada fungsi layanan. Tersus digunakan untuk kepentingan terbatas atau perusahaan tertentu, sementara Terum dapat melayani pihak lain melalui kerja sama resmi dengan Kementerian Perhubungan.

Lonjakan aktivitas kapal di kawasan ini cukup signifikan, dengan volume bongkar muat mencapai ribuan ton setiap bulan. Untuk menjamin keselamatan pelayaran, setiap kapal diwajibkan mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sebelum meninggalkan pelabuhan.

“Semua dokumen diperiksa secara teliti. Jika sudah lengkap, barulah SPB diterbitkan, dan proses administrasi dilanjutkan oleh agen kapal,” jelasnya.

Selain itu, izin operasional Tersus dan Terum berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang. Saat ini, sebagian besar izin tersebut masih aktif hingga 2028.

Sebagai pelabuhan yang menunjang industri tambang, aktivitas kapal di Bungku didominasi oleh pengangkutan komoditas seperti nikel. Di sisi lain, layanan transportasi publik juga tetap berjalan melalui kapal tol laut yang menghubungkan Morowali dengan Kendari.

Dengan intensitas aktivitas yang terus meningkat, UPP Bungku berkomitmen menjaga stabilitas operasional pelabuhan demi mendukung kelancaran distribusi logistik nasional. (Yos N) ***