Wabup Simon Tekankan Disiplin ASN dan Penataan Pasar di Sikka

Senin, 27 April 2026 08:40 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menegaskan arah kebijakan penataan birokrasi dan peningkatan pelayanan publik saat memimpin Apel Kekuatan ASN di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (27/4/2026).
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menegaskan arah kebijakan penataan birokrasi dan peningkatan pelayanan publik saat memimpin Apel Kekuatan ASN di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (27/4/2026). (Pemda Sikka)

MAUMERE (Floresku.com) — Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, menegaskan arah kebijakan penataan birokrasi dan peningkatan pelayanan publik saat memimpin Apel Kekuatan ASN di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (27/4).

Apel yang diikuti Plt Sekda Rudolfus Ali, para pimpinan OPD, serta seluruh ASN itu menjadi momentum konsolidasi kinerja memasuki triwulan kedua tahun anggaran 2026.

Dalam arahannya, Wabup Simon meminta seluruh perangkat daerah bergerak lebih proaktif dan kooperatif menindaklanjuti hasil audit. 

Ia menegaskan, penyelesaian temuan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian penting dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Baca juga:

Ia juga memberikan apresiasi kepada Inspektorat Sikka atas capaian kinerja yang dinilai cukup baik, sembari mendorong peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Apel Kekuatan ASN di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (27/4).

Selain itu, penertiban pasar ilegal kembali menjadi sorotan. Setelah Pasar Wuring, Pemkab Sikka kini menertibkan aktivitas di eks Pasar Geliting dan memindahkan pedagang ke Pasar Wair Koja. Wabup menegaskan tidak boleh ada lagi pasar liar yang mengganggu ketertiban, lalu lintas, maupun estetika kota.

Ia bahkan mengingatkan ASN agar tidak berbelanja di lokasi yang telah dilarang, sekaligus mendorong peran aktif ASN dalam mengedukasi keluarga yang berprofesi sebagai pedagang untuk berjualan di pasar resmi seperti Pasar Alok dan Wair Koja.

Di sisi lain, Wabup mengungkapkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir triwulan pertama baru mencapai sekitar 24 persen. 

Menurutnya, capaian tersebut harus segera didorong dengan menggali potensi pendapatan daerah guna mendukung program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur ekonomi.

Dalam hal kedisiplinan, ia menyoroti masih adanya ASN yang terlambat mengikuti apel. Ia menegaskan disiplin harus lahir dari kesadaran, bukan sekadar karena pengawasan pimpinan.

Wabup juga mengingatkan pentingnya kerja bakti rutin setiap Jumat agar tidak sekadar menjadi kegiatan formalitas, melainkan benar-benar berdampak pada kebersihan lingkungan.

Mengakhiri arahannya, Wabup Simon mengajak seluruh ASN bekerja dengan integritas, tanggung jawab, dan semangat pelayanan.

“ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat. Kinerja birokrasi yang disiplin dan responsif adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya. (SP/Selvia). ***