Ende
Sabtu, 05 September 2026 08:58 WIB
Penulis:Redaksi

MAUMERE (Floresku.com) – Gempa bumi yang mengguncang Maumere dan sejumlah wilayah di Flores masih menyisakan trauma bagi masyarakat. Ketakutan terhadap gempa susulan membuat warga cemas setiap kali beraktivitas, terutama ketika harus bepergian.
Namun, di tengah kecemasan menghadapi ancaman gempa, muncul ketakutan lain yang kini mulai menghantui warga Kota Maumere: aksi begal dan perampokan terhadap pengendara sepeda motor pada malam hari.
Pengalaman pahit dialami Titin, seorang pengusaha konter di Geliting, Kabupaten Sikka. Ia menjadi korban penjambretan saat melintas di kawasan Terminal Barat Maumere, tepatnya di sekitar Hotel Wini Rai, pada 2 Agustus 2026.
Titin menuturkan, saat itu ia baru saja pulang dari mengikuti sebuah acara di luar kota bersama seorang teman perempuannya. Sekitar pukul 18.30 WITA, keduanya memasuki Kota Maumere dengan sepeda motor.
Karena kondisi lalu lintas cukup ramai dan hari mulai gelap, Titin mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam.
Baca juga:
“Saya dengan teman saat melintasi Terminal Barat dengan kecepatan 30 kilometer per jam. Itu sangat pelan karena memang kebiasaan saya, saya takut kecelakaan,” kata Titin.
Saat melintas di kawasan Terminal Barat, teman Titin sempat mengaku memiliki perasaan tidak enak. Namun, Titin berusaha menenangkan temannya.
“Saya bilang jangan berpikir begitu, tidak apa-apa,” ujarnya.
Beberapa saat kemudian, ketika keduanya mendekati kawasan Hotel Wini Rai, peristiwa yang dikhawatirkan justru terjadi.
Titin mengaku tiba-tiba dikejutkan oleh seorang pengendara sepeda motor jenis Supra berwarna hitam yang datang dari samping.
Pelaku langsung menarik tas yang tergantung di bagian pinggang sebelah kiri Titin.
“Saya kaget karena tas saya ditarik oleh orang yang tidak saya kenal menggunakan sepeda motor Supra hitam. Motor itu sudah berada di samping motor saya dan langsung menarik tas,” tutur Titin.
Tarikan tersebut membuat Titin kehilangan keseimbangan. Ia bersama temannya kemudian terjatuh ke aspal.
“Saat tas ditarik, saya kaget dan keseimbangan tidak bisa saya kendalikan. Saya langsung ambruk ke aspal bersama teman. Saya berteriak,” katanya.
Teriakan Titin mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga kemudian datang memberikan pertolongan. Tas miliknya telah putus dan barang-barang di dalamnya berhamburan di jalan.
Titin juga sempat berteriak meminta pertolongan sambil menunjuk ke arah pelaku. Beberapa pemuda mencoba mengejar pelaku, tetapi gagal karena pelaku melarikan diri dengan kecepatan tinggi.
Akibat kejadian tersebut, sepeda motor Titin mengalami kerusakan pada bagian sayap, lampu sein dan kaca spion.
Beruntung, Titin dan temannya tidak mengalami luka serius. Ia menduga hal tersebut karena sepeda motor dikendarainya dengan kecepatan rendah.
Baca juga:
“Saya bersyukur waktu itu saya mengendarai motor dengan sangat pelan sehingga kami berdua tidak terluka,” katanya.
Ia juga bersyukur tas tersebut tidak berhasil dibawa kabur pelaku. Sebab, di dalam tas terdapat sejumlah dokumen penting dan uang tunai sekitar Rp2 juta.
Pasca kejadian tersebut, Titin mengaku masih mengalami trauma dan merasa takut ketika harus berkendara pada malam hari.
Ia berharap pengalaman yang dialaminya menjadi perhatian bersama, terutama bagi pengguna sepeda motor dan kaum perempuan yang berkendara pada malam hari.
“Saya harap kalau kita jalan malam dengan sepeda motor sebaiknya hati-hati, apalagi perempuan,” ujarnya.
Titin juga meminta aparat keamanan, khususnya kepolisian dan jajaran intelijen, meningkatkan patroli di wilayah Kota Maumere.
Menurut dia, patroli malam penting dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah aksi begal dan penjambretan.
Ia berharap polisi tidak hanya melakukan patroli di pusat keramaian, tetapi juga menyasar sejumlah ruas jalan yang sepi dan minim penerangan.
“Pihak keamanan, terutama intel, harus patroli di jalan sehingga memberikan rasa aman buat kita semua,” harapnya.
Titin menilai masyarakat kini harus meningkatkan kewaspadaan. Keramaian lalu lintas tidak selalu menjamin keamanan karena pelaku kejahatan dapat memanfaatkan kesempatan untuk beraksi.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga memperhatikan keamanan diri dan barang bawaan saat berkendara.
“Selain patuh aturan lalu lintas, kita juga harus waspada terhadap kejahatan begal yang ada. Jangan sampai kita menjadi korban berikutnya,” pungkas Titin. (Herry Fdz).