Kamis, 08 Januari 2026 17:21 WIB
Penulis:redaksi

JAKARTA (Floresku.com) — Fast food adalah makanan yang sering jadi pilihan orang karena terlihat praktis dan bisa mengenyangkan dengan cepat.
Akan tetapi, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini justru dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari meningkatnya risiko penyakit kronis hingga potensi usia hidup yang lebih pendek.
Oleh karena itu, ada baiknya Anda lebih bijak saat mengonsumsi fast food, karena beberapa hal berikut bisa terjadi di tubuh Anda jika Anda menyantap fast food setiap hari.
BACA JUGA:
Dilansir dari Verywell Health, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi fast food terkait dengan kenaikan berat badan, tingginya indeks massa tubuh (BMI), dan meningkatnya risiko obesitas.
Hal ini karena fast food umumnya tinggi kalori karena terbuat dari daging olahan, karbohidrat olahan, serta mengandung gula, garam (natrium), lemak total, lemak jenuh, dan lemak trans yang tinggi, namun rendah serat dan zat gizi penting.
Pada umumnya, fast food tinggi karbohidrat olahan dan rendah serat. Hal itu membuatnya jadi cepat dicerna dan diserap ke dalam darah.
Kondisi seperti itu akan membuat tubuh membutuhkan lonjakan insulin secara cepat.
Namun, jika lonjakan gula darah terjadi berulang, tubuh bisa mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi saat tubuh tidak lagi mengatur gula darah dengan baik, yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
BACA JUGA:
Sering konsumsi fast food dapat meningkatkan adanya kolesterol jahat atau LDL, peradangan dalam tubuh, dan kerusakan sel akibat stres oksidatif.
Semua hal tersebut dapat berkontribusi meningkatkan risiko penyakit jantung.
Sedangkan kandungan garam yang tinggi pada fast food dapat meningkatkan tekanan darah yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.
Fast food tinggi kalori, kolesterol, garam, lemak, dan gula tambahan, tetapi mengandung lebih sedikit zat gizi dibanding masakan rumahan.
Oleh karena itu, jika Anda makan fast food setiap hari, maka tubuh Anda akan kekurangan nutrisi penting seperti serat dan protein, meskipun asupan kalorinya sudah berlebihan.
Rutin makan fast food yang tinggi gula dan lemak serta rendah nutrisi dapat memicu peradangan kronis dan stres oksidatif, yang berkaitan dengan penyakit jantung, gangguan metabolik, hingga kanker.
Dilansir dari Verywell Health, analisis penelitian skala besar menunjukkan konsumsi junk food, termasuk fast food, berhubungan dengan peningkatan risiko depresi dan stres psikologis, serta meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan mental hingga 16%.
Porsi fast food yang besar dan tinggi gula serta lemak juga dapat mengganggu keseimbangan metabolisme, menyebabkan Anda jadi cepat lelah, energi rendah, gangguan pencernaan, dan kualitas tidur yang buruk.
Sering makan fast food akan meningkatkan risiko rawat inap akibat penyakit jantung koroner akut, serta risiko kematian akibat penyakit jantung koroner.
Hal ini karena makanan cepat saji tinggi kandungan lemak dan gula yang dapat memicu peradangan secara kronis kemudian menyebabkan proses inflammageing, yaitu penuaan akibat peradangan.
Selain itu, kandungan kalori berlebih dari fast food dapat menyebabkan kelebihan berat badan dalam jangka panjang, yang meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis dan kanker, sehingga berpotensi mengurangi usia harapan hidup.
Itu tadi penjelasan mengenai apa saja yang akan terjadi pada tubuh Anda jika Anda rutin mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food setiap hari.
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Justina Nur Landhiani pada 08 Jan 2026