Yasukmabar Perkuat Mutu Guru Lewat Supervisi di Stella Maris

Selasa, 21 Juli 2026 21:45 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

supervisi 1a.jpeg
Tim Kurikulum Yasukmabar menggelar supervisi perangkat pembelajaran bagi para guru SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Selasa (21/7), di RPS Hotel SMKS Stella Maris Labuan Bajo. (Vinsen Patno)

LABUAN BAJO (Floresku.com) – Yayasan Sekolah Umat Katolik Manggarai Barat (Yasukmabar) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungannya. 

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar supervisi perangkat pembelajaran bagi para guru SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Selasa (21/7), di RPS Hotel SMKS Stella Maris Labuan Bajo.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program peningkatan mutu pembelajaran sekaligus upaya membangun profesionalisme guru agar proses belajar mengajar semakin efektif, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Supervisi dilakukan oleh Tim Kurikulum Yasukmabar yang terdiri atas Felix Beda Tukan, S.Pd., M.Pd. dan Drs. Paulus Hansko. Keduanya merupakan mantan pengawas pendidikan yang kini dipercaya mendampingi penguatan mutu akademik di lingkungan Yasukmabar.

Dalam kegiatan tersebut, tim memeriksa berbagai perangkat pembelajaran yang disusun para guru, mulai dari capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, modul ajar, instrumen asesmen, perangkat evaluasi, hingga administrasi pendukung lainnya.

Baca juga:

Selain melakukan pemeriksaan, tim juga memberikan masukan dan pendampingan kepada para guru agar perangkat pembelajaran yang disusun semakin relevan dengan perkembangan kurikulum serta kebutuhan peserta didik.

Ketua Yasukmabar, RD Yohanes F. Selman, S.Fil., M.Pd., mengatakan supervisi akademik merupakan bagian dari implementasi Peta Jalan Penyelenggaraan Pendidikan Yasukmabar 2026–2030 yang menempatkan peningkatan mutu sekolah sebagai salah satu target utama.

"Kami menggandeng tenaga yang kompeten untuk memperkuat mutu pendidikan. Kegiatan seperti ini akan menjadi agenda berkala sehingga kualitas pembelajaran di seluruh sekolah Yasukmabar terus meningkat," ujar imam yang akrab disapa Romo Ivan itu.

Menurutnya, supervisi kali ini memberikan perhatian khusus pada kualitas modul ajar yang disusun guru. Hasil supervisi akan menjadi dasar bagi yayasan dalam merancang program pendampingan maupun pelatihan lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.

Sementara itu, Paulus Hansko menegaskan bahwa supervisi bukan sekadar kegiatan evaluasi, melainkan bentuk pendampingan profesional bagi para guru.

"Kehadiran kami bukan untuk mencari kekurangan, tetapi mendampingi. Jika ada bagian yang perlu diperbaiki, kita lengkapi bersama. Kalau ada hal yang perlu didiskusikan, kita bahas bersama demi peningkatan mutu pembelajaran," katanya.

Ia berharap setiap perangkat pembelajaran benar-benar menjadi pedoman yang efektif dalam menghadirkan proses belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik.

Pelaksana Tugas Kepala SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Vinsensius Patno, menyambut positif pelaksanaan supervisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para guru untuk memperoleh masukan yang objektif dalam menyusun perangkat pembelajaran.

"Pendampingan ini memotivasi seluruh guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga pendidikan di SMKS Stella Maris Labuan Bajo semakin profesional dan mampu menjawab tantangan zaman," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para guru tampak antusias mengikuti proses supervisi. Melalui diskusi bersama Tim Kurikulum, mereka memperoleh berbagai rekomendasi praktis untuk menyempurnakan perangkat pembelajaran sekaligus mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif.

Melalui supervisi akademik yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Yasukmabar berharap kompetensi guru terus meningkat sehingga mampu melahirkan proses pembelajaran yang berkualitas, memperkuat karakter peserta didik, serta mendorong peningkatan prestasi di lingkungan sekolah-sekolah Katolik di Manggarai Barat. (Vinsen Patno). ***