Perempuan
Senin, 23 Maret 2026 08:59 WIB
Penulis:redaksi

Oleh: Pater Gregor Nule SVD
Yesus selalu menerima orang-orang berdosa, mejadi sahabat dan makan bersama mereka. Tetapi, Yesus menuntut agar mereka bertobat dan tidak berdosa lagi.
Perikop Injil Yoh 8:1-11 melukiskan tentang seorang wanita yang kedapatan sedang melakukan zina.
Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat membawa perempuan itu kepada Yesus. Mereka menuntut Yesus agar memberikan pendapatNya. Apakah wanita itu mesti dihukum sesuai dengan tuntutan hukum Taurat? Atau dilepaskan?
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menuntut hukuman rajam. Dan mereka ingin mencobai Yesus sebab mereka mancari alasan untuk mempersalahkanNya.
Yesus sangat bijaksana menanggapi tuntutan para pemimpin Agama Yahudi yang haus menghakimi dan menghukum orang lain, khususnya orang-orang kecil.
Yesus merunduk dan menulis di tanah. Dan tidak ada seorang pun yang tahu apa yang ditulis Yesus. Mungkin hanya untuk menarik perhatian para penuntut yang haus itu.
Ketika mereke semakin mendesak Yesus berkata, "Barang siapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu", (Yoh 8:7).
Pernyataan Yesus di atas terasa lebih tajam dan berat dibandingkan dengan ancaman rajam. Akibatnya semua penuduh wanita berzina termasuk para penonton meninggalkan wanita itu dan Yesus.
Sebab rupanya tidak seorang pun merasa tidak layak menghakimi dan menghukum wanita itu. Mereka pun tidak bebas dari dosa.
Ketika semua orang telah pergi, Yesus berkata kepada wanita itu, " Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang", (Yoh/8:11).
Yesus sungguh berbelas kasih terhadap wanita pendosa itu. Yesus tidak menghukum dia. Tetapi, Yesus tidak membenarkan perbuatannya.
Yesus sangat adil. Yesus menuntut wanita itu agar bertobat dan tidak berdosa lagi. Yesus menyadarkan wanita itu bahwa berzina adalah perbuatan jahat dan dosa. Maka Yesus ingatkan dia agar tidak berdosa.
Kita belajar agar tidak mudah menghakimi dan menghukum orang lain karena kita pun tidak bebas dari salah dan dosa.
Kita pun mesti sadari dosa dan salah kita serta berusaha untuk bertobat dan tidak mengulangi dosa yang sama.
Semoga Tuhan Yesus memberkati kita selalu!
Kewapante, 23 Maret. 2026. ***