Bayi Usia 6 Bulan di Labuan Bajo Ini Mengidap Penyakit Bronkitis Sejak Lahir, Butuh Uluran Tangan

redaksi - Sabtu, 08 Januari 2022 14:38
Bayi Usia 6 Bulan di Labuan Bajo Ini Mengidap Penyakit Bronkitis Sejak Lahir,  Butuh Uluran TanganEkryano, bayi berusia enam bulan yang mengidap brokintis. (sumber: Tedy N.)

LABUAN BAJO (Floresku.com) - Altrisno Ekryano Defredi, bayi berusia 6 bulan, kelahiran 15 Agustus 2021 mengidap bronkitis sejak lahir.

Ekryano demikian ia dipanggil,  adalah anak kandung dari pasangan suami istri, Fredianus Adi Sudirman dan Yudita Delnia Srisuparsi warga Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Sejak Ekryano lahir, ayah dan ibunya diberikan tantangan hidup berupa penyakit bronkitis yang menggerogoti tubuh Ekryano.

Ayah Ekryano sehari-harinya hanya bekerja sebagai guru honorer di SDN Gorontalo, Labuan Bajo, sedangkan ibunya, Yudita Delnia Srisuparsi sebagai ibu rumah tangga. 

Sebelumnya orang tua Ekryano tidak menyangka bahwa putra pertamanya mengidap penyakit seperti itu.

Penyakit bronkitis itu baru diketahui oleh pihak keluarga saat Ekryano memasuki usia tiga minggu. Hal ini berdasarkan hasil diagnosa atau pengidentifikasian dari pihak medis.

Fredianus menceritakan bahwa pada  September 2021, anaknya itu mengalami masalah pada proses pernafasan. Hal ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya.

"Pada saat proses awal melahirkan, Ekryano lahir dengan aman dan normal. Tapi, ketika di usia tiga minggu ia mengalami gejala sesak nafas. Karena panik dengan kondisi itu, pihak keluarga langsung menghantarkannya ke salah satu klinik ternama di Labuan Bajo. Alhasil, pemeriksaannya sangat memprihatinkan. Sehingga pihak klinik menyarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo", jelas Fredianus.

Atas saran tersebut, Ekryano dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

"Rujukan pertama pada 2 Oktober 2021 di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Pada saat itu, ditemukan lendir yang menempel di paru-paru Ekryano. Sehingga ia divonis bronkitis", kata Fredianus.

Namun, sesuatu yang tidak diduga, setelah beberapa bulan bolak-balik untuk berobat ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, kondisi pernapasan Ekryano semakin parah dan sangat memprihatinkan hingga saat ini.

Akhirnya manajemen rumah sakit Siloam Labuan Bajo menyarankan keluarga agar anaknya segera dirujuk ke Bali.

"Penanganan selama dua bulan terakhir ini tidak ada perubahan sama sekali, bahkan tambah parah. Terakhir kontrol tanggal 4 Januari 2022 kemarin. Akhirnya, pihak dokter di Rumah Sakit Siloam menyarankan kami sekeluarga untuk segera bawa Ekryano ke Bali", ungkap Fredi.

Kini, orang tua Ekryano merasa cemas, karena mereka harus menyetujui atau memutuskan apakah putra mereka harus dioperasi di Denpasar Bali atau tidak.

Meskipun Fredianus setuju agar anaknya dioperasi, namun ia tetap merasa bingung  untuk mencari biaya untuk proses operasi itu.

"Berbagai upaya kami lakukan untuk penyembuhan anak kami, tapi apa daya kami sekeluarga mengalami kendala di biayanya. Karena kendala itu, sekarang kami mencari alternatif lain untuk proses penyembuhan Ekryano sesuai yang kami mampu", terangnya.

Hal ini mereka lakukan sambil berharap, semoga ada uluran tangan dari siapa pun untuk membantu mereka, baik pemerintah, kelompok organisasi, LSM, maupun masyarakat umum.

Siapapun yang ingin membantu Ekryano bisa melakukan konfirmasi ke ayah kandungnya, Fredianus di nomor handphone: 082266196070. Dan mengirim bantuan melalui nomor Rekening BRI, 813001002309530 atas nama Fredianus Adi Sudirman, ayah kandung Ekryano. (Tedy N). ***

RELATED NEWS