ALLAH TIDAK PERNAH PILIH KASIH

Sabtu, 19 September 2026 20:08 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Redaksi

Gambar-Renungan-Minggu.jpg
Ilustrasi: Mat 20: 1-16a (Katolikku.com)

 HOMILI: (Minggu Biasa XXV A: Yes 55: 6-9;Flp 1:20c.24-27a;Mat 20:1-16a)

Oleh Pater Gregor Nule, SVD

Ilustrasi:        

Seorang ibu pernah menceritakan mimpinya bahwa ia menerima dua buah kotak dari Tuhan. Satu kotak emas dan satu kotak berwarna hitam.

Kata Tuhan, “Masukkan semua kegagalan dan penderitaanmu ke dalam kotak hitam, dan semua keberhasilan dan kebahagiaanmu ke dalam kotak emas”. 

Maka setiap kali mengalami kegagalan, kesedihan dan penderitaan saya masukkan ke dalam kotak hitam, dan sebaliknya,  ketika alami keberhasilan, sukacita dan kegembiraan saya masukkannya ke dalam kotak emas. 

Anehnya kian hari kotak emas semakin berat, sedangkan berat kotak hitam tidak pernah berubah. Saya menjadi penasaran lalu membuka kotak hitam itu. Ternyata kotak itu karena ada lubang di bawahnya sehingga semua yang saya masukkan selalu jatuh keluar. 

Saya tunjukkan lubang itu kepada Tuhan dan bertanya, “Mengapa kotak ini berlubang? Ke mana perginya semua penderitaanku?” 

Tuhan tersenyum dan berkata, “Anakku, semua penderitaanmu ada padaKu”. Lalu saya tanya lagi, “Mengapa Tuhan memberikan kedua buah kotak itu kepadaku?” 

Dengan penuh kasih sayang Tuhan menjawab, “Anakku, kotak emas ada padamu agar engkau selalu menghitung rahmat yang Kuberikan kepadamu, sehingga engkau selalu tahu bersyukur. Sedangkan kotak hitam Kuberikan agar engkau tidak pernah mengingat penderitaanmu, karena semuanya ada padaKu”. 

Refleksi   

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk memahami rencana Tuhan bagi semua manusia. Apa rancangan Tuhan bagi kita dalam menjalani pelbagai situasi dan kenyataan setiap hari?  Ada keberhasilan dan kegagalan. Ada suka dan duka. Ada penderitaan dan  kegembiraan, sukacita. Ada sakit, penyakit dan ada kesehatan dan hidup baik-baik. Ada kehidupan dan kematian. 

Terkadang kita tidak paham dan tidak berdaya menghadapi semuanya yang mengganggu ketenangan dan kedamaian hati kita. Apa maksud Tuhan di balik semua itu? 

Tetapi, satu hal yang pasti yaitu Tuhan selalu menginginkan yang terbaik bagi manusia. Tuhan ingin agar kita selamat dan kelak bersatu denganNya untuk selamanya. 

Hal ini diwartakan oleh nabi Yesaya dalam bacaan pertama bahwa rancangan Tuhan sangat berbeda dengan rencana manusia. Dan, rencana Tuhan itu jauh lebih baik daripada rencana kita.  

Penginjil Mateus juga mengisahkan tentang rencana Tuhan untuk menyelamatkan semua manusia. Tuhan ingin agar semua manusia mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengalami hidup dan keselamatan yang sejati. Karena itu, Tuhan sendiri berinisiatif untuk mencari dan menemukan manusia,  laksana tuan rumah yang mencari pekerja untuk kebun anggurnya dengan upah yang pantas. 

Ia mengajak siapa saja yang mau bekerja di kebun anggurnya. Ia juga memberikan upah yang sama yakni satu dinar, baik kepada mereka yang bekerja selama kira-kira  12 jam maupun kepada mereka yang  hanya bekerja satu jam saja. Hal ini menimbulkan protes keras dari para pekerja yang bekerja lebih awal dan menuduh tuan kebun tidak adil. Seandainya  kita juga masuk dalam kelompok pertama pasti kita akan protes dan membuat macan-macam tuduhan.

Itulah  pikiran dan rancangan Allah yang sungguh berbeda dan bahkan bertentangan dengan pikiran dan rancangan manusia. Allah  mengajak siapa saja untuk dating kepadaNya dan hidup bersamaNya dalam Kerajaan Surga. 

Memang tidak semua orang datang pada waktu yang bersamaan. Ada yang cepat menanggapi ajakan Tuhan. Ada yang mulai agak terlambat, dan bahkan ada yang sangat terlambat dan baru mulai terlibat pada saat-saat terakhir.

 Meski demikian, Allah tidak membeda-bedakan berdasarkan lamanya waktu bekerja.  Allah tidak membedakan status dan kedudukan para pekerja kebun anggurNya. 

Allah tidak membeda-bedakan antara orang suci dan orang berdosa. Antara orang kaya dan orang miskin. Antara orang sehat dan orang sakit. Antara orang kuat dan orang lemah. Kesempatan untuk mengalami keselamatan ditawarkan kepada semua, asalkan orang mau bertobat. 

Tidak ada kata terlambat bagi orang yang  mau datang kepada  Allah dan hidup dalam persekutuan denganNya.  Semua mendapat jaminan keselamatan yang sama. 

Di sini terletak bukti cinta dan kerahiman Allah. Allah memberi upah bukan atas dasar keadilan menurut kaca mata manusia, melainkan keadilan atas dasar kasih. Dan, Allah tidak pernah pilih kasih dalam memperlakukan umatNya. Itulah sebabnya Tuan Rumah  menegaskan kepada pekerja yang protes karena merasa diperlakukan tidak adil, “Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?”, (Mat 20:15).

Sebagai anggota Gereja kita patut bersyukur karena telah menjawab “ya” atas ajakan Tuhan untuk datang kepadaNya dan menjadi umatNya. 

Kita juga berdoa bagi mereka yang belum tergugah hatinya untuk mendengarkan panggilan Tuhan dan bagi mereka yang masih mencari kesempatan untuk datang kepada Tuhan. Kerajaan Surga terbuka dan diperuntukkan bagi semua orang. 

Karena itu, kita diminta untuk menjadi perpanjangan tangan dan mulut Allah untuk menunjukkan jalan bagi siapa saja yang mau dan sedang mencari Tuhan. Tidak pantas kita mencibir dan atau iri hati dengan sesama  yang telah hilang dan ingin  kembali ke Rumah Bapa. 

Semoga Tuhan memberkati kita selalu! 

kewapante, 20 September 2026.