Askab Cup 1 di Sikka, Pemain Bertanding Tanpa Penonton dan Suporter

Jumat, 12 November 2021 17:54 WIB

Penulis:redaksi

Editor:redaksi

Turnamen sepak bola Askab Cups 1 Sikka berlangsung tanpa penonton dan suporter
Turnamen sepak bola Askab Cups 1 Sikka berlangsung tanpa penonton dan suporter (Mardat)

MAUMERE (Floresku.com) - Turnamen sepka bola memperebutkan Asosiasi Kabupaten (Askab) Cup 1 Sikka  sedang berjalan. Turnamen Askab Cup I Sikka telah dibuka secara resmi oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, pada Minggu, 07 November 2021. 

Penyelenggaraan turnamen Askba Cup I Sikka dilaksanakan menggunakan anggaran dari KONI Sikka, dan APBD.

Ketua Askab Cup 1 Sikka, Cery Newar, kepada media ini mengatakan turnamen ini diikuti oleh 40 tim. Setiap tim diperkuat oleh para pemain berusia 22 dan ditambah 4 pemain senior. Semua pemain adalah warga asli dari Kabupaten Sikka. Jumlah keseluruhan, 1000 lebih pemain.

Menurut Cery,  Askab Cup 1 adalah sebuah turnamen yang menjadi bagian dari program kerja Askab.  

“Kita mau buat turnamen  dengan tujuan jangka pendeknya yaitu menyeleksi pemain-pemain muda untuk mengikuti Eltari tahun depan dari tim Persami,” ujarnya.

Sebagaima diketahui turnamen Askab Cup 1 Sikka Tahun 2021 dibagi dalam 8 grup, di mana setiap grup terdiri atas 5 klub. 

Tanpa penonton dan suprrter

Dari pantauan media ini  diketahui, beberapa pertandingan  yang telah digelar di Gelora Samador,  sejak hari pembukaan, Minggu (7/11) hingga hari ini, Jumat (12/7) berlangsung   tanpa penonton dan soporter dari masing-masing tim.

'Pertandingan memang digelar tanpa penonton dan supuroter. Karena kita semua tahu kalau kita lagi dalam masa"pandemi Covid-19. Jadi dari awal sebelum kita buat turnamen kita buat koordinasi dengan pihak satgas Covid dan pemerintah setempat, juga dengan pihak kepolisian bahwa pertandingan dilakukan tanpa penonton dan suporter," ungkap Cery.

Dia menambahkan, 'kita juga mewajibkan para pemain yang boleh ikut bermain adalah mereka yang sudah divaksin."

Cery juga berharap, melalu penyelenggaraan turnamen ini,  persepakbolaan  di Sikka menjadi semakin maju. 

“Melalui turnamen ini, kita ingin mencari bibit-bibit pemain  baru. Dalam pembinaan selanjutnya, kita akan menekankan aspek pembentuk karakter dan disiplin," ujarnya. (Mardat)