Ayo Voting Putri Ngada, Fransiska Jadi Duta Budaya DIY 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 16:00 WIB

Penulis:redaksi

fransika.jpg
Fransiska V. Fono, asal Ngada, Flores = NTT bersaing jadi Duta Budaya DIY 2026 (PM)

YOGYAKARTA (Floresku.com)— Ajang pemilihan Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 kini memasuki fase krusial. 

Para finalis yang telah melalui rangkaian seleksi dan proses pembinaan kini bersaing memperebutkan tiket menuju babak Top 5 (Fast Track) melalui mekanisme voting publik.

Salah satu finalis yang tengah menjadi sorotan adalah Fransiska Valentina Fono, putri dari Bapa Piet Manu asal Bajawa, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. 

Fransiska saat ini tercatat berada di posisi teratas dalam voting sementara, menjadikannya kandidat kuat untuk melaju ke tahap berikutnya.

Pemilihan Duta Budaya DIY tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga kapasitas intelektual, wawasan kebudayaan, serta kemampuan para finalis dalam menjadi duta nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat. Para peserta dituntut mampu mempromosikan budaya DIY secara kreatif sekaligus menjembatani dialog lintas budaya di tingkat nasional.

Baca juga:

Kehadiran Fransiska sebagai finalis dari Flores mencerminkan semangat keberagaman dalam dunia kebudayaan Indonesia. 

Meski berasal dari NTT, ia kini aktif berkiprah di Yogyakarta dan menunjukkan komitmen kuat dalam memahami serta menghidupi nilai-nilai budaya lokal, sekaligus memperkaya perspektif dengan latar belakang budaya asalnya.

Panitia penyelenggara mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan dukungan melalui fitur like dan share pada kanal resmi Duta Budaya DIY. 

Dukungan publik ini akan menjadi salah satu penentu penting bagi para finalis untuk melaju ke babak Top 5.

Klik Link ini:

https://www.instagram.com/p/DTb5Gv9E_1L/?img_index=1&igsh=MWtlcmZnc2ZpaDZ1cg==

Hasil resmi voting akan diumumkan pada 16 Februari 2026. Momen ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi lahirnya figur-figur muda yang mampu menjadi wajah kebudayaan DIY di masa depan, sekaligus memperkuat jejaring budaya antar daerah di Indonesia. (Map). ***