Belajar dari Kepemimpinan Yesus

Selasa, 03 Maret 2026 21:59 WIB

Penulis:redaksi

goris nule.jpg
Pater Gregor Nule SVD (Dokpri)
Pesan Inspiratif
 

Oleh: Pater Gregor Nule, SVD

Kehadiran dan misi Yesus di dunia mendapatkan tanggapan yang berbeda-beda.

Orang sakit datang  kepada Yesus untuk mendapatkan kesembuhan. Orang lapar menjadi kenyang dan orang yang kehilangan harapan menemukan.arah dan kepastian hidup.

Tetapi, ada orang tertentu yang ingin mencari jabatan dan kedudukan dalam kerajaan Allah.

Perikop Injil Mat 20:17-28 melukiskan tentang keinginan dan bahkan ambisi ibu Zebedeus bertemu dengan Yesus.  Ia minta jabatan dan kedudukan.

Itulah Yesus ingin  mengemukakan tentang tujuan perjalananNya ke Yerusalem untuk mengalami  kemuliaannya. Tetapi kemuliaan dicapai melalui kematian di salib.

Ibu.anak-anak Zebedeus datang kepada Yesus dan  minta agar  keduanya duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus apabila Dia duduk dalam kemuliaanNya.

Ibu Zebedeus  memahami kemuliaan Yesus secara sipil. Ia.inginkan kedudukan yang pantas bagi  kedua anaknya dalam kerajaanNya.

Yesus memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajarkan para muridNya dan meluruskan pemahaman mereka.

Yesus menegaskan bahwa  kepemimpinanNya berhubungan pelayanan. Sebab Ia datang ke dunia untuk melayani, dan bukan untuk dilayani.

Dan barang siapa ingin menjadi yang  terkemuka, hendaklah ia pelayan. Dan barang siapa ingin menjadi terkemuka hendaklah menjadi hamba, (bdk Mat 20:26-27).

Yesus inginkan agar para rasul paham bahwa mereka dipilih Yesus untuk menjadi pelayan dan hamba. Dan tugas utama mereka adalah melayani.

Seorang hamba dan pelayan mesti rela berkorban bahkan menderita demi kebaikan dan keselamatan orang lain, termasuk mereka yang miskin, lapar, terluka dan tersingkirkan.

Mereka juga berani membela kebenaran dan keadilan. Mereka juga rela menderita demi orang-orang yang dibela dan dilindungi.

Kepemimpinan bersama Yesus bukan untuk mendapatkan  kedudukan, jabatan dan keamanan hidup.

Jika seseorang ingin mencari.kedudukan dan jabatan dunia maka pilihannya bukanlah Yesus. Mereka mesti mencari dan mengikuti kepemimpinan dunia  

Sebagai pengikut Yesus kita meneladani Yesus. Kita mengikuti cara hidup dan pola pelayanan Yesus. Kita memperhatikan, melindungi dan membela kebenaran dan keadilan bagi orang kecil dan terpinggirkan.

Karena itu, kita  mesti rela berkorban dan mau menderita memanggul bukan hanya salib kita melainkan salib orang-orang yang kita layani.

Kewapante, 04 Maret 2026