Derita Warga Perumahan Tabali: Selain Belum Dapat Listrik, Pasokan Air PAM pun Sangat Minim

Senin, 29 November 2021 10:25 WIB

Penulis:redaksi

santos.jfif
Santos dan Ronal, pelajar Sekolah Dasar (SD) Lebao tengah, warga Perumahan Tabali, Larantuka yang belum dilistriki. (Paul K)

LARANTUKA (Floresku.com) - Cahaya lampu di pemukiman sebagian besar  wilayah Kota Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, NTT, membias terang benderang, menggertak pekatnya malam.  Cahaya lampu itu seakan hendak mengusir hawa dingin yang menyengat tubuh setelah kota yang kerap disebut Kota Reinha Rosari itu diguyur hujan kurang lebih selama dua jam.  

Para warga kota tampak sibuk berkelintaran menjajal kedai kopi, caffee, maupun tempat hiburan lainnya untuk bercengkerama bersama keluarga, sahabat maupun kolega.

Begitulah suasana kota yang sudah konon berdiri sejak awal 1600-an itu pada hari Minggu, 28 November 2021 sekitar pukul 19.00 malam WITA.

Suasana malam di Cafee Katar Late di Kota Nagi atau Kota Larantuka, Flores Timur (Foto: Paul K.)

Namun, di balik semarak dan kemeriahan sebagian besar wilayah kota,  ternyata masih terselip satu area perumahan yang gelap gulita karena belum tersentuh infrastruktur  dan layanan listrik PLN. 

Ironisnya area perumahan tersebut masih berada dalam wilayah perkotaan.Pasalnya secara administratif ia berada dalam wilayah Kecamatan Larantuka.

Area perumahan yang terabaikan itu adalah Kampung Lama Lewo Muda atau biasa dikenal Perumahan Tabali bagian dari Kelurahan Sarotari. 

Entah mengapa PLN masih enggan menjangkau Perumahan Tabali yang berada persis di sisi utara Kota Larantuka itu. 

Barangkali karena kebanyakan warganya adalah kaum tak berpunya karena  bermata pencaharian sebagai petani tradisional.

Nah, kalau itu pertimbangannya, maka sebetulnya PLN sudah mengangkangi sendiri visi dan misi serta nilai-nilai bernas yang selama ini dijunjungnya sendiri.

Sebab, sebagaimana tertera pada situs resminya, pusertif.pln.co.id,  PT PLN (Persero) mengemban Visi “Menjadi Penyedia Jasa Inspeksi, Pengujian dan Sertifikasi Terkemuka se-Asia Tenggara dan #1 Pilihan Pelanggan di Bidang Ketengalistrikan.

PLN juga mencanangkan diri sebagai yang terkemuka se-Asia Tenggara, karena:

  •  PLN Pusertif mampu memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik dengan standar kelas dunia, berdasarkan standar perusahaan (SPLN), standar nasional (SNI) maupun standar dunia (IEC); 
  • Pelayanan PLN Pusat Sertifikasi menjadi jasa sertifikasi, inspeksi, pengujian dan kalibrasi ketenagalistrikan terbaik di Indonesia;
  • Menjadi lembaga sertifikasi yang terakreditasi nasional dan internasional, untuk melayani kebutuhan PLN juga pihak-pihak lain yang membutuhkan di dalam maupun luar negeri.

Misinya antara lain adalah:

  •  mewujudkan inovasi dan kreativitas dalam pengembangan produk dan jasa sertifikasi di bidang ketenagalistrikan sesuai standar internasional dan perkembangan teknologi untuk fasilitas sertifikasi serta mempertahankan sentuhan lokal untuk memenuhi standar mutu dan kualitas; 
  • dan memenuhi tuntutan pasar dengan mengutamakan kepuasan pelanggan serta memberikan hasil terbaik kepada Stakeholder.

Lebih dari itu, PLN mengklaim sebagai perusahaan yang ber-AKHLAK, di mana huru L merupakan akronim dari Loyal yang berarti “Berdedikasi dan Mengutamakan Kepentingan Bangsa dan Negara”.

Kembali ke  Perumahan Tabali atau Kampung Lama Lewo Muda. Sebagai anak bangsa, warga kampung ini  terus berharap dan menanti kehadiran fasilitas pelayanan PLN untuk menunjang aktivitas mereka sehari-hari. 

Sebab, sejauh ini mereka tak bisa melakukan kegiatan yang membutuhkan pasokan energi listrik. Mereka tak bisa menikmati tayangan televisi dan menyalakan peralatan elekronik lainnya. 

Anak-anak dan remaja usia sekolah pun tak leluasa belajar, apalagi mengakses informasi dan ilmu pengetahuan melalui jaringan internet sebagaimana dilakukan anak-anak dan remaja di daerah lain. 

Untuk belajar atau mengerjakan tugas sekolah pada waktu malam hari, para siswa di Perumahan Tabali hanya mengandalkan pelita kecil atau  lampu solares.

"Kami selalu pakai pelita kalau belajar pada malam hari. Kami kesulitan untuk membaca atau menulis karena tidak bisa melihat bacaan atau tulisan sendiri dengan jelas," kata Ronal, pelajar siswa kelas lima SD Lebao Tengah, didamping adiknya Santos siswa kelas dua.

Ronal dan Santos berkisah, keduanya kerap bertamu ke rumah sanak keluarga di pemukiman kota yang ada listriknya. 

“Untuk bisa belajar dengan lebih baik, kami sering pergi dengan berjalan kaki ditemani oleh kakak sulungnya ke rumah kerabat yang punya listrik,” cerita Ronal pula.

Begitulah secuil keluh kesah yang sempat  dilontarkan warga Perumahan Tabali ketika jurnalis media ini bertandang ke sana. 

Mirisnya pula, selain tidak punya listrik, warga Perumahan Tabali tidak mendapatkan pasokan air bersih yang memadai. 

"Listrik belum masuk. Yang ada hanya air PAM saja. Tapi debitnya kecil  sekali sehingga kami juga sering beli," ujar Hendrikus Ratu Odjan, salah seorang warga Perumahan Tabali.

Lurah Sarotari, Donatus Seran ketika dikonfirmasi, membenarkan apa yang dikeluhkan para warganya. 

Dia menjelaskan bahwa pada tahun 2020 pihaknya telah berupaya membuat surat permohonan ke PLN Larantuka. Namun, hingga saat ini belum berbuah hasil positif.

"Ada sekitar 40 KK di desa ini yang belum terlistriki. September tahun lalu saya sudah mengajukan surat permohonan ke PLN," ujar Donatus.

Ia mengatakan, setelah mengajukan permohonan secara tertulis,  dirinya juga pernah mendatangi dan meminta konfirmasi secara langsung ke pihak PLN Larantuka. 

“Waktu itu saya menanykan bagaimana  tanggapan atau perkembangan lebih lanjut dari surat permohonan tersebut,” tuturnya. 

Namun, lanjut dia, pihak PLN  hanya menjawab dengnan merekomendasi untuk membuat surat permohonan baru.

"Mereka arahkan saya untuk buat surat permohonan baru. Tapi kalau buat baru datanya 'kan tetap pakai yang ada," katanya.

Setelah menerima rekomendasi dari pihak PLN untuk membuat surat permohonan kedua, Donatus mengaku belum sempat mengerjakannya. 

Itu berarti, warga Perumahan Tabali harus tetap bersabar menunggu, entah sampai kapan.  

Barangkali mereka harus lebih banyak berdoa. Siapa tahu Tuhan berkenan menggugah pihak yang berwenang untuk  segera tergerak hatinya mengatasi ‘derita’ warga Kampung Lama Lewo Muda atau Perumahan Tabali tersebut (Paul) ***