Drone Ungkap Jalan Suci Chimú Sepanjang 1,6 Km di Peru

Minggu, 08 Maret 2026 17:17 WIB

Penulis:redaksi

News-20260302-Peru-Chicama-Geoglyph-1024x765.jpg
Geoglyph garis lurus di Lembah Chicama, Peru (archaeology.org)

TRUJILLO, PERU (Floresku.com) – Teknologi drone membantu para arkeolog mengungkap sebuah jalur batu lurus sepanjang lebih dari satu mil (sekitar 1,6 kilometer) di Lembah Chicama, Peru utara. 

Jalur kuno ini diduga merupakan jalan suci yang digunakan oleh peradaban Chimú untuk kegiatan seremonial sekaligus menghubungkan berbagai pusat aktivitas penting.

Penemuan ini dilaporkan oleh tim Chicama Archaeological Program yang dipimpin oleh arkeolog Henry Tantaleán. Berdasarkan hasil pemetaan udara, jalur batu tersebut membentang lurus melintasi jurang kecil dan dataran terbuka di wilayah Chicama Valley.

Menurut Tantaleán, jalan ini kemungkinan besar menjadi rute seremonial yang menghubungkan sebuah permukiman berbenteng, lahan pertanian, dan kompleks upacara. 

Baca juga:

Dengan bantuan citra udara dari drone, para peneliti akhirnya dapat memetakan keseluruhan jalur tersebut secara lebih jelas.

Selain menemukan jalur batu, para arkeolog juga mengidentifikasi sistem pertanian kuno di sepanjang rute itu. Lahan-lahan pertanian di sekitarnya memiliki alur tanah berbentuk berkelok seperti ular. 

Sawah-sawah tersebut juga dialiri air melalui kanal sekunder yang bercabang dari Gran Canal de la Cumbre, salah satu sistem irigasi besar di wilayah tersebut.

Tim peneliti kini mengambil sampel tanah dari area pertanian untuk dianalisis lebih lanjut. Melalui penelitian fitolit dan serbuk sari, para ilmuwan berharap dapat mengetahui jenis tanaman yang pernah dibudidayakan masyarakat Chimú di kawasan tersebut.

Di sepanjang jalan suci itu, para arkeolog juga menemukan sebuah platform batu serta plaza berbentuk persegi panjang. Tantaleán menduga area terbuka ini dahulu menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk ritual besar yang berkaitan dengan siklus pertanian dan pengorganisasian kerja di ladang.

Penemuan ini membuka jendela baru untuk memahami bagaimana masyarakat Chimú civilization menghubungkan kehidupan spiritual, pertanian, dan tata ruang wilayah mereka ribuan tahun lalu. (Leoni, Sumber: archaeology.org). ***