Gusti Tetiro, Pengamat GMT Institute: Heru Budi Sukses Persatukan Segenap Elemen di Jakarta

Selasa, 27 Desember 2022 10:57 WIB

Penulis:redaksi

PJ Gub.jfif
Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga Jakarta, pada Malam Natal, 24 Desember 2022. (WA/Gusti)

JAKARTA (Flores.com) – Pengamat GMT Institute Agustinus Tetiro menilai, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (HBH) mampu mempersatukan segenap elemen masyarakat di wilayah DKI Jakarta.

Penilaian itu berpuncak saat Heru Budi atau HBH mengunjungi sejumlah rumah ibadah di Malam Natal, Sabtu (24/12) yang lalu.

“Kehadiran Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga Jakarta dan sejumlah gereja saat malam Natal telah membuktikan suatu komitmen terhadap pluralitas dan inklusivitas di DKI Jakarta,” kata Gusti, sapaan Agustinus Tetiro, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (27/12).

Menurut Gusti, kehadiran Heru Budi di Katedral dan sejumlah rumah ibadat lainnya telah menjadi jaminan keamanan dalam beribadat pada malam Natal. Dalam kunjungannya, Heru Budi didampingi Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran; Pangdam Jaya, Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto; dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi.

Gusti menyatakan, dalam kurun waktu yang relatif singkat, Heru Budi telah memperlihatkan suatu pendekatan yang kreatif dan konstruktif dalam mempersatukan sejumlah elemen di Jakarta.

Belum lama ini, Heru Budi telah mempersatukan sejumlah komponen utama masyarakat Betawi. Selain itu, Heru Budi juga telah beraudiensi dengan sejumlah ormas keagamaan di Jakarta.

Selain bertemu dengan kelompok dan organisasi masyarakat berbasis budaya dan keagamaan, Heru Budi juga tercatat telah bertemu dengan sejumlah elemen LSM/NGO Internasional di Jakarta dan sejumlah kelompok kategorial di ibu kota.

“Kita mengapresiasi langkah strategis Heru Budi ini. Ke depan, kita berharap, Pak Pj Gubernur DKI Jakarta tetap mempertahankan komitmennya ini. Serta, bisa memperluas pertemuan-pertemuan kreatif seperti ini dengan sejumlah kelompok yang berpotensi produktif bagi hidup bersama seperti persatuan berdasarkan profesi, seperti seniman/budayawan, pemikir, asosiasi para ahli hukum, arsitek, dan lain-lain,” harap Gusti. (SP/Silvia)***