Hati
Sabtu, 30 Mei 2026 08:36 WIB
Penulis:Redaksi

Oleh Pater Gregor Nule, SVD
Selamat pagi saudara/iku dan selamat menjalani akhir pekan ini dengan sukacita dan senyum..
Banyak masalah yang sering kita alami dalam kehidupan bersama sebagai akibat dari hati yang kotor dan pikiran curang.
Orang yang punya hati kotor dan pikiran curang cenderung memutarbalikkan fakta, yang benar jadi salah, dan yang salah jadi benar.
Perikop Injil Mrk 11: 27-33 menampilkan para pemimpin agama Yahudi yang takut kehilangan kuasa dan kedudukan. Maka mereka mempertanyakan kuasa Yesus untuk mengusir para pedagang dari halaman Bait Allah Yerusalem.
Ketika mereka bertanya kepada Yesus tentang asal dan siapakah yang memberikan kepadaNya kuasa untuk berlaku demikian, Yesus beri suatu syarat supaya Dia bisa menjawab pertanyaan mereka.
Yesus tanyakan tentang asal pembaptisan Yohanes di Sungai Yordan, apakah dari Allah atau dari manusia.
Mereka menjawab, "Kami tidak tahu", (Mrk 11: 33), sebagai pilihan zona nyaman.
Sebab mereka takut kalau-kalau kemunafikan mereka diketahui Yesus. Mereka juga takut jangan-jangan diserang banyak orang yang percaya bahwa adalah Yohanes nabi yang benar.
Sebagai pengikut Yesus kita berusaha membangun hati dan pikiran yang bersih dan suci. Kita berusaha untuk selaraskan isi hati dan pikiran dengan kata-kata dan perbuatan.
Kita mesti konsekuen. Jika benar, kita katakan benar, jika salah maka kita mesti katakan salah. Jika putih, kita katakan putih, dan jika hitam maka kita jujur akuinya. Tidak.boleh abu-abu atau kabur.
Ingatlah sesuatu yang kotor dan busuk, buah dari kebohongan dan kemunafikan, cepat atau lambat akan terungkap, kendatipun mati-matian ditutup.
Semoga Tuhan Yesus membimbing kita menjadi manusia jujur dan tulus.
Kewapante, 30 Mei 2026.***