Hujan Lebat Guyur Maumere, Warga Lorong Firdaus Resah

Minggu, 11 Januari 2026 17:30 WIB

Penulis:redaksi

air tergenang.jpeg
Hujan deras yang mengguyur Kota Maumere meresahkan warga yang bermukim di daerah renda, karena genangan air meingkat. Tampak genangan air di Lorong Firdaus, Minggu (11/1). (Silvia)

MAUMERE (Floresku.com) — Hujan lebat yang mengguyur Kota Maumere, Kabupaten Sikka, dalam beberapa hari terakhir kembali memicu keresahan warga, khususnya mereka yang bermukim di kawasan dataran rendah. 

Genangan air dilaporkan merendam permukiman warga di Lorong Firdaus BK3D RT 025 RW 005, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, setiap kali hujan turun lebih dari dua jam.

Ibu Yustina, salah satu warga Lorong Firdaus, mengungkapkan bahwa persoalan banjir kiriman ini telah mereka alami selama bertahun-tahun. Menurutnya, air hujan dari kawasan lingkar luar mengalir dan tertampung di wilayah mereka yang berada di posisi paling rendah.

“Kalau hujan lebih dari dua jam, sepanjang lorong ini seperti kolam renang. Air mengalir di jalan dan masuk ke rumah-rumah warga,” ujarnya dengan nada prihatin.

Baca juga:

Ia menambahkan, kondisi ini relatif aman bagi warga yang mampu membangun rumah dengan tembok tinggi. Namun, bagi sebagian besar warga lainnya, genangan air menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan harta benda. “Bagaimana dengan nasib kami yang tidak punya kemampuan seperti itu?” katanya.

Harapan serupa disampaikan warga Lorong Angkasa, yang letaknya tidak jauh dari Lorong Firdaus. Yanto, salah satu warga, mengatakan genangan air kerap mencapai setinggi lutut orang dewasa, sehingga membatasi akses keluar-masuk lingkungan.

“Kalau hujan, kami tidak bisa ke mana-mana. Saya dan istri bekerja di luar rumah, tapi saat hujan kami tidak bisa fokus karena takut barang-barang di rumah terendam air,” ungkap Yanto.

Warga berharap pemerintah daerah segera mendengar keluhan mereka dan mencari solusi konkret. Mereka menyebutkan bahwa dahulu pernah dibangun resapan air, namun kini tidak lagi berfungsi. Menjelang puncak musim hujan, warga meminta penanganan serius agar kondisi serupa tidak terus terulang. (Silvia). ***